Selasa, 07 Juni 2016

APLIKASI uniCenta oPOS (software point of sale)

APLIKASI uniCenta oPOS (software point of sale)
Berawal dari pengembaraan mencari software POS yang open source, akhirnya menemukan UniCenta POS. UniCenta POS nggak bisa diremehkan. uniCenta oPOS adalah aplikasi untuk penjualan yang mendukung layar sentuh dan bar code scanner. Aplikasi ini multi flatform bisa jalan di Linux, Windows maupun Mac Os X, karena di tulis dengan Java. uniCenta oPOS dikembangkan dari Openbravo POS tapi dengan fitur-fitur yang lebih lengkap.Aplikasi POS dari unicenta ini dapat digunakan untuk banyak jenis penjualan sebagai mesin kasir. Saat ini unicenta bisa di gunakan untuk Cafe, Bar, Restoran, Supermarket, Bengkel dan usaha lainnya yang membutuhkan mesin kasir untuk pembayaran.


















Ini dia fitur yang yang ditawarkan UniCenta:
· Bisa di install di Windows XP; Windows Vista; Windows 7; Windows 8; WePOS; Linux dan Mac OSX
· Dukungan perangkat yang luas meliputi: Java POS; ESCPos; OPOS
· Display yang dapat dipilih, baik itu untuk restoran maupun toko
· Resolusi layar otomatis dengan minimal resolusi mulai dari 800 x 600 ke atas
· Layar yang ‘user customizable/dapat disesuaikan’ baik itu layar penjualan maupun struk/receipt
· Ideal untuk toko pengecer
· Import banyak data menggunakan file CSV
· Customer/data pelanggan, product/data produk, inventory/pergudangan, muli-location management/pengelolaan dengan lokasi gudang lebih dari satu
· Tipe database yang didukung lengkap, meliputi: Apache Derby; MySQL; HSQLDB; PostgreSQL; Oracle databases and Cloud hosted databases
· Category/sistem kategori barang
· Mendukung aprinter lebih dari satu/multiple printers + output untuk printer bagian dapur(untuk restoran)
· Reports/membuat laporan
· Mendukung Barcode scanner; Weighing Scales; Mag Card dan layar untuk Customer Display
· Powerful scripting language
· Mendukung banyak 15 bahasa, termasuk bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, Prancis, Belanda, dan banyak lagi.. (bahasa Indonesia belum, tapi bahasa inggris sudah cukup mudah dipahami kok)
· Dapat menggunakan database berbasis cloud
· Sistem User/pengguna dan Role Security, semisalnya role admin; manager; clerk; atau guest (bisa di sesuaikan/di otak-atik)
· Menejemen pergudangan/inventory management sumber
Bagaimana? untuk ‘ukuran’ open source, UniCenta POS sudah sangat lengkap. UniCenta POS menjawab kebutuhan perangkat lunak gratis yang powerfull, sehingga setiap pemilik toko retail maupun restoran dapat mengembangkan usahanya tanpa takut biaya mahal software.
Cara install Unicenta di Ubuntu :

1. Jika Ubuntu anda 64 bit, maka di haruskan install arsitektur 32 bit terlebih dahulu, tutor ini sempat saya buat disini
2. Download UniCenta pada web http://unicenta.com/downloads/
3. Sebelum menginstall, pastikan Java JRE sudah di install, jika belum silahkan liat tutorCara Install Java di Ubuntu (penulis menggunakan versi 7)
4. Letakkan hasil download tersebut pada Home, jika tidak di pindah pada Home juga tidak masalah, dengan konsekuensi anda harus menambahkan nama direktori di mana file tersebut tersimpan saat penginstalan
5. berikan permisson berikut $ sudo chmod +x unicentaopos-3.56-linux-installer.run (nama file disesuaikan dengan versi yg anda download)
6. tekan enter dan masukan password anda
7. lakukan perintah eksekusi $ sudo ./unicentaopos-3.56-linux-installer.run
8. Lanjutkan installasi dengan memilih bahasa, pilih 1 untuk bahasa inggris lalau Enter
9. jika anda perintah Enter anda enter saja, lalau pilihi direktori dimana hasil file instal akan terimpan, pilih 1 lalu enter
10. Enter – Enter lagi, sampai ketemu persetujuan licensi, pilih y lalu enter
11. kembali tekan Enter untuk melanjutkan hingga proses install selesai
12. setelah selesai silahkan pilih y/n untuk membuka file Read Me dari unicenta.
13. sekarang anda menuju ke folder /opt/unicenta-3.56
14. lalu klik kanan pada file unicentapos.rar dan pilih Open with Oracle java 7 Runtime
15. Pilih Yes untuk menggunakan setting Default termasuk jenis database yang akan digunakan
16. berhasil install Unicenta POS
Untuk install pada ubuntu 14.04 sama saja, malah anda akan disugukan dengan GUI saat install hal ini pernah saya dapatkan saat install UniCenta pada Laptop saya.
Keunggulan yang saya dapatkan dari oprek-oprek Unicenta secara sekilah adalah :
· Program ini dapat digunakan pada usaha resto atau retail
· mendukung barcode
· sistem shift karyawan
· Hak Level (Default dan custom)
· support 2 layar (1 layar kasir, 1 layar konsumen)
· laporan lengkap dari harian, mingguan, bulanan
· memasukan gambar pada inpur produk
· currency dapat di rubah menjadi Rupiah
· mendukung pembayaran debit, kredit
· Terdapat fitur cetak lebel harga dengan tampilan yang menurut saya sudah keren, hanya dengan bebrapa klik saja, lebel untuk barang retail bisa selesai
· Terdapat fitur cetak Katalog Produk dengan tampilan Grid yang menurut saya sudah keren, hanya dengan bebrapa klik saja, katalog selesai
· pembatalan transaksi
· split transaksi
· rekap absensi
· support lebih dari 3 input print yang berbeda
· dll
cara penggunaan uniCenta POS




Unicenta Opos salah satu Point Of Sale open source yang memiliki fitur lengkap dan sangat mudah untuk di gunakan. Unicenta Opos bisa berjalan di operating Sytem windows dan bisa di gunakan dengan layar monitor touchscreen. Jendela window Unicenta Opos sangat user friendly dan tidak rumit karena tampilannya yang bisa di setting dengan menggunakan gambar dari jenis produk yang anda jual.

Selasa, 10 Mei 2016

Software Maintenance Maturity Model

Software Maintenance Maturity Model

Sebuah pencarian literatur belum mengungkapkan apapun teknik diagnostik yang komprehensif untuk mengevaluasi kualitas proses pemeliharaan, seperti yang dijelaskan oleh model proses tingkat tinggi hadiah inventarisasi proposal terbaru dari rekayasa perangkat lunak proses evaluasi dan penilaian model . Masing-masing model telah dianalisis untuk mengidentifikasi kontribusi yang dapat membantu pengelola . Dari tiga puluh empat model yang diusulkan dalam ulasan ini , hanya segelintir termasuk didokumentasikan praktek perawatan , kadang-kadang disertai dengan pemikiran dan referensi . Namun , tidak satupun dari mereka meliputi seluruh set topik dan konsep model proses diperkenalkan di sini.

Software Maintenance


pemeliharaan perangkat lunak dalam rekayasa perangkat lunak adalah modifikasi dari produk software setelah melahirkan untuk memperbaiki kesalahan , untuk memperbaiki kinerja atau atribut lainnya . [ 1 ]Sebuah persepsi umum pemeliharaan adalah bahwa hal itu hanya melibatkan memperbaiki cacat . Namun , satu studi menunjukkan bahwa lebih dari 80 % dari usaha pemeliharaan digunakan untuk tindakan non - korektif . [ 2 ] Persepsi ini diabadikan oleh pengguna mengirimkan masalah melaporkan bahwa pada kenyataannya peningkatan fungsionalitas ke sistem . [ Rujukan? ] Penelitian-penelitian terbaru menempatkan proporsi bug - fixing mendekati 21 %


Aspek Kegiatan Maintenance

Isu perawatan perangkat lunak kunci yang baik manajerial dan teknis. isu-isu manajemen kunci adalah: sejalan dengan prioritas pelanggan, staf, yang organisasi tidak pemeliharaan, memperkirakan biaya. masalah teknis utama adalah: pemahaman yang terbatas, analisis dampak, pengujian, pengukuran pemeliharaan. pemeliharaan perangkat lunak adalah aktivitas yang sangat luas yang mencakup koreksi kesalahan, tambahan kemampuan, penghapusan kemampuan usang, dan optimasi. Karena perubahan tidak bisa dihindari, mekanisme harus dikembangkan untuk evaluasi, mengontrol dan membuat modifikasi. Jadi setiap pekerjaan yang dilakukan untuk mengubah perangkat lunak setelah itu dalam operasi dianggap pekerjaan pemeliharaan. Tujuannya adalah untuk melestarikan nilai perangkat lunak dari waktu ke waktu. nilai tersebut dapat ditingkatkan dengan memperluas basis pelanggan, memenuhi persyaratan tambahan, menjadi lebih mudah untuk digunakan, lebih efisien dan menggunakan teknologi yang lebih baru. Pemeliharaan dapat span selama 20 tahun, sedangkan pembangunan mungkin 1-2 tahun.

Planning

Merupakan bagian integral dari perangkat lunak adalah pemeliharaan satu, yang membutuhkan rencana pemeliharaan akurat dipersiapkan selama pengembangan perangkat lunak. Ini harus menentukan bagaimana pengguna akan meminta modifikasi atau melaporkan masalah. Anggaran harus mencakup sumber daya dan biaya perkiraan. Sebuah keputusan baru harus ditangani untuk pengembangan dari setiap fitur sistem baru dan tujuan kualitas. Pemeliharaan perangkat lunak, yang dapat berlangsung selama 5-6 tahun (atau bahkan puluhan tahun) setelah proses pembangunan, panggilan untuk rencana yang efektif yang dapat mengatasi ruang lingkup pemeliharaan perangkat lunak, menjahit pos proses pengiriman / penyebaran, penunjukan yang akan menyediakan pemeliharaan, dan perkiraan biaya siklus hidup. Pemilihan penegakan tepat standar adalah menantang tugas langsung dari tahap awal rekayasa perangkat lunak yang belum mendapat pasti penting oleh pemangku kepentingan.



Senin, 09 Mei 2016

Apa itu Cobit ?

COBIT (Control Objective for Information Related Tecnology)

Latar Belakang dan Sejarah Singkat COBIT

(Isaca, p76) COBIT edisi keempat merupakan versi terakhir dari tujuan pengendalian untuk informasi dan teknologi terkait, release pertama diluncurkan oleh yayasan ISACF pada tahun 1996. COBIT edisi kedua, merefleksikan suatu peningkatan sejumlah dokumen sumber, revisi pada tingkat tinggi dan tujuan pengendalian rinci dan tambahan seperangkat alat implementasi (implementation tool set), yang telah dipublikasikan pada tahun 1998. COBIT pada edisi ke tiga ditandai dengan masuknya penerbit utama baru COBIT yaitu Institut IT Governance.

Institut IT Governance dibentuk oleh ISACA dan yayasan terkait pada tahun 1998 dan memberikan pemahaman lebih dan mengadopsi prinsip-prinsip pengaturan TI. Melalui penambahan pedoman manajemen (management guidelines) untuk COBIT edisi ketiga dan fokusnya diperluas dan ditingkatkan pada IT Governance. Institut IT Governance mengambil peranan yang penting dalam pengembangan publikasi.

COBIT pada umumnya didasarkan pada tujuan pengendalian (Control Objectives) ISACF dan telah ditingkatkan dengan teknik internasional yang ada, professional, pengaturan, dan standar khusus industri. Hasil tujuan pengendalian telah dikembangkan untuk aplikasi sistem informasi yang luas pada organisasi. Istilah “pada umumnya dapat diterima dan diterapkan” secara eksplisit digunakan dalam pengertian yang sama dengan prinsip Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).

Pengertian COBIT

(weber, p57) COBIT dapat diartikan sebagai tujuan pengendalian untuk informasi dan teknologi terkait dan merupakan standar terbuka untuk pengendalian terhadap teknologi informasi yang dikembangkan dan dipromosikan oleh Institut IT Governance.
COBIT pertama sekali diperkenalkan pada tahun 1996, merupakan alat (tool) yang disiapkan untuk mengatur teknologi informasi (IT Governance tool).
COBIT telah dikembangkan sebagai sebuah aplikasi umum dan telah diterima menjadi standar yang baik bagi praktek pengendalian dan keamanan TI yang menyediakan sebuah kerangka kerja bagi pengelola, user, audit sistem informasi, dan pelaksana pengendalian dan keamanan.
COBIT, di terbitkan oleh Institut IT Governance. Pedoman COBIT memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan pengaturan TI secara efektif dan pada dasarnya dapat diterapkan di seluruh organisasi. Khususnya, komponen pedoman manajemen COBIT yang berisi sebuah respon kerangka kerja untuk kebutuhan manajemen bagi pengukuran dan pengendalian TI dengan menyediakan alat-alat untuk menilai dan mengukur kemampuan TI perusahaan untuk 34 proses TI COBIT.

Alat-alat tersebut yaitu :

1. Elemen pengukuran kinerja (pengukuran hasil dan kinerja yang mengarahkan bagi seluruh proses TI)

2. Daftar faktor kritis kesuksesan (CSF) yang disediakan secara ringkas, praktek terbaik non teknis dari tiap proses TI

3. Model maturity untuk membantu dalam benchmarking dan pengambilan keputusan bagi peningkatan kemampuan .

Komponen COBIT terdiri dari Executive Summary, Framework, Control Objectives, Audit Guidelines, Implemenation Tool Set, Management Guidelines

COBIT memiliki misi melakukan riset, mengembangkan, mempublikasikan, dan mempromosikan makalah-makalah, serta meng-update tatanan atau ketentuan TI controls objective yang dapat diterima umum (generally accepted control objectives) berikut panduan pelengkap yang dikenal sebagai Audit Guidelines yang memungkinkan penerapan framework dan control objectives dapat berjalan mudah. Tatanan atau ketentuan tersebut selanjutnya digunakan oleh para manajer dunia usaha maupun auditor dalam menjalankan profesinya.

Sedangkan visi dari COBIT adalah dijadikan COBIT sendiri sebagai satu-satunya model pengurusan dan pengendalian teknologi informasi (Information Technology Governance).

Kerangka Kerja COBIT

(Calder, p147) Kerangka kerja COBIT, terdiri dari tujuan pengendalian tingkat tinggi dan struktur klasifikasi keseluruhan. Terdapat tiga tingkat (level) usaha pengaturan TI yang menyangkut manajemen sumberdaya TI. Mulai dari bawah, yaitu kegiatan dan tugas (activities and tasks) yang diperlukan untuk mencapai hasil yang dapat diukur.Dalam Aktivitas terdapat konsep siklus hidup yang di dalamnya terdapat kebutuhan pengendalian khusus. Kemudian satu lapis di atasnya terdapat proses yang merupakan gabungan dari kegiatan dan tugas (activities and tasks) dengan keuntungan atau perubahan (pengendalian) alami. Pada tingkat yang lebih tinggi, proses biasanya dikelompokan bersama kedalam domain.

Pengelompokan ini sering disebut sebagai tanggung jawab domain dalam struktur organisasi dan yang sejalan dengan siklus manajemen atau siklus hidup yang dapat diterapkan pada proses TI.

Selanjutnya, konsep kerangka kerja dapat dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu (1) kriteria informasi (information criteria), (2) sumberdaya TI (IT resources), dan (3) proses TI (IT processes).
Dalam kerangka kerja sebelumnya, domain diidentifikasikan dengan memakai susunan manajemen yang akan digunakan dalam kegiatan harian organisasi. Kemudian empat domain yang lebih luas diidentifikasikan, yaitu PO, AI, DS, dan M.

Definisi keempat domain tersebut, dimasukan dalam klasifikasi tingkat tinggi sebagai berikut :

(a) PO, domain ini mencakup level strategis dan taktis, dan konsennya pada identifikasi cara TI yang dapat menambah pencapaian terbaik tujuan-tujuan bisnis.

(b) AI, untuk merealisasikan strategi TI, solusi TI yang perlu diidentifikasikan, dikembangkan atau diperlukan, juga diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.

(c) DS, domain ini menyangkut penyampaian aktual dari layanan yang diperlukan, dengan menyusun operasi tradisional terhadap keamanan dan aspek kontinuitas sampai pada pelatihan, domain ini termasuk proses data aktual melalui sistem aplikasi, yang sering diklasifikasikan dalam pengendalian aplikasi.

(d) M, semua proses TI perlu dinilai secara teratur atas suatu waktu untuk kualitas dan pemenuhan kebutuhan pengendalian. Domain ini mengarahkan kesalahan manajemen pada proses pengendalian organisasi dan penjaminan independen yang disediakan oleh audit internal dan eksternal atau diperolah dari sumber alternatif.


Proses-proses TI ini dapat diterapkan pada tingkatan yang berbeda dalam organisasi, misalnya tingkat perusahaan, tingkat fungsi dan lain-lain.

Jelas bahwa semua ukuran pengendalian perlu memenuhi kebutuhan bisnis yang berbeda untuk informasi pada tingkat yang sama.

a) Pertama adalah tingkat tujuan pengendalian yang diterapkan secara langsung mempengaruhi kriteria informasi terkait.

b) Kedua adalah tingkat tujuan pengendalian yang ditetapkan hanya memenuhi tujuan pengendalian atau secara tidak langsung kriteria informasi terkait.

c) Blank dapat diterapkan namun kebutuhannya lebih memenuhi kriteria lain dalam proses ini atau yang lainnya.


Agar organisasi mencapai tujuannya, pengaturan TI harus dilaksanakan oleh organisasi untuk menjamin sumberdaya TI yang dijalankan oleh seperangkat proses TI.




Application Service Library

Application Service Library
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.

ASL erat kaitannya dengan kerangka kerja ITIL (IT Service Management) dan BiSL (Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional) dan Capability Maturity Model (CMM).

Kerangka ASL dikembangkan karena ITIL, dipeluk oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi: pada waktu itu, ITIL tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan. versi ITIL baru, terutama V3, semakin membahas Pengembangan Aplikasi dan Aplikasi Manajemen domain; ASL BiSL Foundation telah menerbitkan sebuah kertas putih membandingkan ITIL v3 dan ASL.

ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider Pink Roccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.


Cakupan ASL


ASL2 ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:

Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.

Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:


·  Use Support


· Configuration Management


·IT Operation Management


· Continuity Management


Framework ASL


Proses dalam rangka ASL dapat dibagi sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:


1. Apakah sudut pendekatan 'layanan' atau 'aplikasi'?


2. Apakah proses operasional, taktis atau strategis terlibat?


aplikasi manajemen digambarkan sebagai manajemen pemeliharaan,


peningkatan dan renovasi aplikasi dengan cara suara-ekonomi bisnis. Itu


Prinsip kunci di sini adalah untuk mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi untuk siklus hidup dari proses bisnis.


Dua sudut pandang penting dapat dibedakan di sini:


Yang pertama adalah perspektif 'mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi'. Ini berarti menjaga aplikasi dan berjalan dan memastikan bahwa mereka mendukung organisasi kegiatan sehari-hari. Secara praktis, ini melibatkan menyediakan layanan terus menerus dengan membuat perusahaan kesepakatan tentang tingkat layanan dan memulihkan tingkat layanan yang disepakati secepat mungkin jika penyimpangan ditetapkan; menciptakan tingkat tinggi aksesibilitas bagi pertanyaan dan komentar dari klien tentang layanan; mencegah gangguan dan memfasilitasi layanan baru dengan menanggapi sebagai layanan ICT penyedia dalam waktu yang baik. Fokusnya adalah karena pada layanan, layanan yang disediakan dan yang (bersama-sama dengan manajemen infrastruktur) memfasilitasi penggunaan aplikasi. Dalam hal ini biaya umum jumlah 10 - 20% dari biaya keseluruhan manajemen aplikasi.


Sudut pandang kedua adalah 'siklus hidup proses bisnis'. Organisasi berkembang, lingkungan dan pasar berubah. Untuk terus berfungsi secara optimal, sistem informasi pendukung harus tumbuh dengan organisasi. Ini melibatkan meningkatkan aplikasi untuk saat ini dan masa depan teknis


dan persyaratan fungsional. Proses aplikasi yang berhubungan umumnya account untuk sebagian besar biaya manajemen aplikasi.


Kita dapat membedakan proses operasional, taktis dan strategis di kedua daerah. Hal ini menyebabkan mengilustrasikan kerangka ASL. Lingkaran dan persegi panjang di tengah masing-masing mewakili cluster proses. Tiga tingkat dibedakan: operasional, taktis dan strategis.


Tingkat operasional mengakui dua kelompok proses:


● 'pemeliharaan' dari aplikasi: proses yang memastikan ketersediaan optimum aplikasi saat ini sedang digunakan untuk mendukung proses bisnis dengan minimal sumber daya dan gangguan dalam operasi.


● 'tambahan / renovasi' aplikasi: proses yang beradaptasi aplikasi dengan keinginan baru dan persyaratan dalam menanggapi perubahan organisasi dan lingkungannya. yang diperlukan penyesuaian dilakukan terhadap perangkat lunak, model data dan dokumentasi.


Tingkat taktis terdiri dari proses manajemen secara keseluruhan. Proses ini menyediakan untuk kemudi kolektif dari proses operasional untuk 'layanan' di satu sisi dan 'aplikasi' lain. Baik di tingkat operasional strategis dan menyediakan proses manajemen. masa depan dan


sehari-hari realitas demikian dijamin dalam proses ini.


Tingkat strategis direktif juga membedakan dua kelompok proses, berdasarkan pembagian ke dalam


'Angle layanan' dan 'sudut aplikasi'. Membuat layanan dan penyedia layanan yang lebih fleksibel.


Cluster proses di tingkat strategis adalah:


● Organisasi Manajemen Siklus (OCM): proses yang bertujuan untuk mengembangkan visi masa depan organisasi jasa ICT dan menerjemahkan visi yang menjadi kebijakan untuk pembaruannya.


● Aplikasi Cycle Management (ACM): proses yang berfungsi untuk membentuk strategi jangka panjang untuk berbagai aplikasi yang sesuai dalam keseluruhan penyediaan informasi organisasi dalam kaitannya


kebijakan jangka panjang organisasi.







Kamis, 24 Maret 2016

Contoh Teknologi yang menggunakan manajemen Sistem Informasi


Sistem Informasi Manajemen






Sistem Informasi,
Organisasi, dan Strategi


Organisasi dan Sistem Informasi

   Sistem informasi dan organisasi mempengaruhi satu sama lain. Sistem Informasi yang dibangun oleh manajer untuk melayani kepentingan perusahaan bisnis. Pada saat yang sama, organisasi harus menyadari dan terbuka terhadap pengaruh sistem informasi untuk mendapatkan keuntungan dari teknologi baru.

   Interaksi antara teknologi informasi dan organisasi sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor mediasi, termasuk struktur organisasi, proses bisnis, politik, budaya, lingkungan sekitar, dan keputusan manajemen.
   Hubungan yang kompleks dua arah ini ditengahi/ dimediasi oleh banyak faktor, tidak sedikit merupakan keputusan yang dibuat-atau tidak dibuat-oleh manajer. Faktor-faktor lain dari hubungan mediasi antara lain budaya organisasi, struktur, politik, proses bisnis, dan lingkungan.
   Sebuah organisasi adalah stabil, struktur sosial formal yang mengambil sumber dari
lingkungan dan proses mereka untuk menghasilkan output. Definisi teknis ini berfokus pada tiga elemen organisasi. Modal dan tenaga kerja merupakan faktor produksi utama yang disediakan oleh lingkungan. Organisasi (perusahaan) mengubah input ini menjadi produk dan jasa dalam fungsi produksi. Produk dan jasa yang dikonsumsi oleh lingkungan dengan imbalan pasokan input

Fitur Organisasi

   Fitur lain dari organisasi termasuk proses bisnis mereka, budaya organisasi, politik organisasi, lingkungan sekitarnya, struktur, tujuan, konstituen, dan gaya kepemimpinan. Semua fitur tersebut mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan oleh organisasi.

Fitur yang mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan oleh organisasi.

Rutinitas dan Proses Bisnis

   Semua organisasi, termasuk perusahaan bisnis, menjadi sangat efisien dari waktu ke waktu karena individu dalam perusahaan mengembangkan rutinitas untuk memproduksi barang dan jasa. 

  1. Politik organisasi  
       Orang dalam organisasi menempati posisi yang berbeda dengan spesialisasi yang berbeda, keprihatinan, dan perspektif. Akibatnya, mereka secara alami memiliki sudut pandang yang berbeda tentang bagaimana sumber daya, imbalan, dan hukuman harus didistribusikan.
  2. Budaya organisasi

       
    Semua organisasi memiliki batuan dasar, tak tergoyahkan, tidak diragukan lagi (oleh anggota) asumsi yang mendefinisikan tujuan dan produk mereka.
  3. Lingkungan organisasi 

       Organisasi berada dalam lingkungan dimana mereka menarik sumber daya dan yang mereka memasok barang dan jasa. Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan timbal balik.


Bagaimana Sistem Informasi memberikan dampak terhadap Organisasi dan Perusahaan Bisnis ?

DAMPAK EKONOMI


   Dari sudut pandang ekonomi, IT perubahan baik biaya relatif dari modal dan biaya informasi. Teknologi informasi sistem dapat dilihat sebagai faktor produksi yang dapat diganti untuk modal dan 
tenaga kerja tradisional. Sebagai biaya penurunan teknologi informasi, itu diganti untuk tenaga kerja, yang secara historis telah menjadi meningkatnya biaya. Oleh karena itu, teknologi informasi harus menghasilkan penurunan jumlah manajer menengah dan pekerja administrasi sebagai pengganti teknologi informasi untuk tenaga kerja mereka (Laudon, 1990).

Teknologi informasi, dengan mengurangi biaya untuk memperoleh dan menganalisis informasi, memungkinkan organisasi untuk mengurangi biaya agensi karena menjadi lebih mudah bagi manajer untuk mengawasi sejumlah besar karyawan. dengan mengurangi biaya manajemen secara keseluruhan, teknologi informasi memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan sementara menyusut jumlah manajer menengah dan pekerja administrasi. Kita telah melihat contoh-contoh dalam bab-bab sebelumnya di mana teknologi informasi memperluas kekuasaan dan ruang lingkup organisasi kecil dengan memungkinkan mereka untuk melakukan kegiatan koordinasi seperti memproses pesanan atau melacak persediaan dengan sangat sedikit pegawai dan manajer.


INTERNET DAN ORGANISASI
   Internet, khususnya World Wide Web, memiliki dampak penting pada hubungan antara banyak perusahaan dan entitas eksternal, dan bahkan pada organisasi proses bisnis di dalam perusahaan. Internet meningkatkan aksesibilitas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk organisasi. Pada intinya, internet mampu secara dramatis menurunkan biaya transaksi dan agensi yang dihadapi sebagian besar organisasi. Misalnya, perusahaan pialang dan bank di New York sekarang dapat memberikan internal yang manual prosedur operasi mereka untuk karyawan mereka di lokasi yang jauh dengan posting mereka di situs Web perusahaan, menghemat jutaan dolar dalam biaya distribusi. Sebuah gaya penjualan global dapat menerima hampir instan update informasi harga produk menggunakan Web atau instruksi dari manajemen dikirim melalui e-mail. Vendor dari beberapa pengecer besar dapat mengakses situs Web internal pengecer langsung untuk menemukan up-to-the-menit informasi penjualan dan untuk memulai perintah pengisian langsung.


MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI UNTUK MENCAPAI KEUNGGULAN KOMPETITIF
KOMPETITIF PASUKAN MODEL’S PORTER

Dalam model ini, lima kekuatan kompetitif membentuk nasib perusahaan.
  1. Pesaing tradisional

       
    Semua perusahaan berbagi ruang pasar dengan kompetitor lain yang terus merancang, cara yang lebih efisien baru untuk menghasilkan dengan memperkenalkan produk dan layanan baru, dan mencoba untuk menarik pelanggan dengan mengembangkan merek mereka dan memaksakan biaya beralih pada pelanggan mereka.
  2. Peserta Pasar Baru

       
    Dalam ekonomi gratis dengan tenaga kerja mobile dan sumber daya keuangan, perusahaan baru selalu memasuki pasar. Dalam beberapa industri, ada hambatan yang sangat rendah untuk masuk, sedangkan di industri lain, masuk sangat sulit.
    Produk pengganti dan Jasa. Di hampir setiap industri, ada pengganti yang pelanggan Anda mungkin menggunakan jika harga Anda menjadi terlalu tinggi. Teknologi baru membuat pengganti baru setiap saat.
  3. Pelanggan

       
    Sebuah perusahaan yang menguntungkan tergantung dalam ukuran besar pada kemampuannya untuk menarik dan mempertahankan pelanggan (sementara menyangkal mereka untuk pesaing), dan biaya harga tinggi.
  4. Pemasok
    Kekuatan pasar pemasok dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap laba perusahaan, terutama ketika perusahaan tidak dapat menaikkan harga secepat mungkin pemasok.

SINERGI, KOMPETENSI INTI, DAN STRATEGI NETWORKBASED
  1. Sinergi

       
    Ide sinergi adalah bahwa ketika output dari beberapa unit dapat digunakan sebagai input untuk unit lain, atau dua organisasi pool pasar dan keahlian, biaya hubungan ini lebih rendah dan menghasilkan keuntungan
  2. Meningkatkan Kompetensi Inti

       
    Sebuah kompetensi inti adalah kegiatan yang perusahaan adalah pemimpin kelas dunia. Kompetensi inti mungkin melibatkan menjadi miniatur bagian desainer terbaik dunia, yang terbaik jasa pengiriman paket, atau yang terbaik produsen film tipis. Secara umum, kompetensi inti bergantung pada pengetahuan yang diperoleh selama bertahun-tahun pengalaman lapangan praktis dengan teknologi. Pengetahuan praktis ini biasanya dilengkapi
    dengan upaya penelitian jangka panjang dan karyawan berkomitmen.
Strategi Jaringan Berbasis :

– Ekonomi Jaringan

– Virtual Company Model

– Bisnis Ekosistem: Keystone dan Niche Perusahaan


ETIKA DAN MASALAH SOSIAL DALAM SISTEM INFORMASI


LIMA DIMENSI MORAL PADA ZAMAN INFORMASI

   Masalah etika, sosial, dan politik besar yang diangkat oleh sistem informasi mencakup dimensi moral yang berikut: hak Informasi dan kewajiban. Informasi apa hak yang individu dan organisasi memiliki sehubungan dengan diri mereka sendiri? Apa yang bisa mereka melindungi?

   Hak dan kewajiban properti. Bagaimana hak kekayaan intelektual tradisional dilindungi dalam masyarakat digital di mana pelacakan dan akuntansi untuk kepemilikan sulit dan mengabaikan hak-hak kekayaan tersebut sangat mudah?

   Akuntabilitas dan kontrol. Siapa yang bisa dan akan bertanggung jawab dan bertanggung jawab atas kerugian yang informasi dan hak milik individu dan kolektif?

   Kualitas sistem. Apa standar data dan sistem mutu yang harus kita menuntut untuk melindungi hak-hak individu dan keamanan masyarakat?
   Kualitas hidup. Nilai-nilai apa yang harus dipertahankan dalam masyarakat-informasi dan berbasis pengetahuan? Lembaga yang harus kita melindungi dari pelanggaran? yang budaya
   Kunci Tren Teknologi bahwa menaikan isu etika
   Masalah etika panjang didahului teknologi informasi. Namun demikian, teknologi informasi telah meningkatkan kekhawatiran etis, pajak tatanan sosial yang ada, dan membuat beberapa hukum usang atau sangat timpang.sebagian besar organisasi menggunakan sistem informasi untuk proses produksi inti mereka. Akibatnya, ketergantungan kita pada sistem dan kerentanan untuk kesalahan sistem dan kualitas data yang buruk telah meningkat. Aturan sosial dan hukum belum disesuaikan dengan ketergantungan ini. Standar untuk memastikan akurasi dan keandalan sistem informasi yang tidak diterima secara universal atau ditegakkan.
   Kemajuan dalam teknik penyimpanan data dan biaya penyimpanan menurun dengan cepat telah bertanggung jawab untuk database mengalikan pada individu-karyawan, pelanggan, dan pelanggan potensial-dikelola oleh organisasi swasta dan publik. Kemajuan ini dalam penyimpanan data telah membuat pelanggaran rutin privasi individu baik murah dan efektif.

   Sistem penyimpanan data yang besar cukup murah untuk perusahaan ritel regional dan bahkan lokal untuk digunakan dalam mengidentifikasi pelanggan. Kemajuan dalam teknik analisis data untuk kolam besar data yang tren teknologi lain yang mempertinggi kekhawatiran etis karena perusahaan dan instansi pemerintah dapat mengetahui informasi pribadi yang sangat rinci tentang individu. Dengan alat manajemen data kontemporer, perusahaan dapat merakit dan menggabungkan potongan segudang informasi tentang Anda yang tersimpan di komputer jauh lebih mudah daripada di masa lalu.


Etika didalam Informasi Sosial

ANALISIS ETIKA


   Ketika dihadapkan dengan situasi yang tampaknya untuk menyajikan isu-isu etis, bagaimana Anda harus menganalisis itu? Mengikuti proses lima langkah akan membantu:
  1. Mengidentifikasi dan menggambarkan dengan jelas fakta-fakta. 
  2. Tentukan konflik atau dilema dan mengidentifikasi nilai-nilai yang lebih tinggi-order yang terlibat. Isu etika, sosial, dan politik selalu referensi nilai yang lebih tinggi. 
  3. Mengidentifikasi pemangku kepentingan. Setiap masalah etika, sosial, dan politik memiliki pemangku kepentingan. 
  4. Mengidentifikasi opsi yang Anda cukup dapat mengambil. 
  5. Identifikasi potensi konsekuensi dari pilihan Anda 

INFORMASI HAK: PRIVASI DAN KEBEBASAN DI ZAMAN INTERNET


   Teknologi informasi dan sistem mengancam klaim individu untuk privasi dengan membuat pelanggaran privasi murah, menguntungkan, dan efektif. Klaim privasi dilindungi di AS, Kanada, dan konstitusi Jerman dalam berbagai cara yang berbeda dan di negara-negara lain melalui berbagai undang-undang. Di Amerika Serikat, klaim untuk privasi dilindungi terutama oleh jaminan Amandemen Pertama kebebasan berbicara dan berserikat, perlindungan Perubahan Keempat terhadap pencarian tidak masuk akal dan penyitaan dokumen pribadi seseorang atau rumah, dan jaminan proses hukum

   Penyimpanan data kontemporer dan teknologi analisis data memungkinkan perusahaan untuk dengan mudah mengumpulkan data pribadi tentang individu dari berbagai sumber dan menganalisis data ini untuk membuat profil elektronik rinci tentang individu dan perilaku mereka. Data mengalir melalui Internet dapat dipantau di banyak titik. Cookies dan alat pemantauan Web lainnya erat melacak aktivitas pengunjung situs Web. Tidak semua situs web memiliki kebijakan perlindungan privasi yang kuat, dan mereka tidak selalu memungkinkan untuk informed consent mengenai penggunaan informasi pribadi. Hukum hak cipta tradisional tidak cukup untuk melindungi terhadap pembajakan perangkat lunak karena bahan digital dapat disalin dengan mudah dan dikirim ke berbagai lokasi yang berbeda secara bersamaan melalui Internet.

   Meskipun sistem komputer telah mengefensiesiasikan sumber dan kekayaan, mereka memiliki beberapa dampak negatif. Kesalahan komputer dapat menyebabkan kerusakan serius pada individu dan organisasi. Kualitas data yang buruk juga bertanggung jawab untuk gangguan dan kerugian untuk bisnis. Pekerjaan bisa hilang ketika komputer menggantikan pekerja atau tugas menjadi tidak perlu dalam proses bisnis direkayasa ulang. Kemampuan untuk memiliki dan menggunakan komputer dapat memperburuk kesenjangan sosial ekonomi antara kelompok-kelompok ras yang berbeda dan kelas sosial. Meluasnya penggunaan komputer meningkatkan peluang bagi kejahatan komputer dan penyalahgunaan komputer. Komputer juga dapat membuat masalah kesehatan, seperti RSI, computer vision syndrome, dan technostress.

Sumber : – Kenneth dan Jane (2012). Management Information System. New Jersey: Pearson Education Upper Saddle River.





Rabu, 23 Maret 2016

Yang di maksud Manajemen Sistem Informasi


  • Manajemen Sistem Informasi 

  Sistem Informasi Manajemen atau SIM (bahasa inggris Management Information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia,dokument,teknologi dan prosedur oleh akutansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi.

  • Manajemen 

   Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.

  • Sistem Informasi 

   Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
  Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.

   Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

   Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.

   Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi adalah kumpulandari sub-sub sistem baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna.



Kesimpulan

Sistem Informasi Manajemen ini sangat penting dan berharga dalam sebuah instansi atau organisasi seperti yang sekarang ini, informasi yang tepat, akurat dan cepat dapat membantu untuk tumbuh perkembangan didalam organisasi dan instansi , maka dari itu pengolahan dalam suatu informasi harus dipandang penting untuk kelancaran sebuah pekerjaan dan juga bisa untuk menganalisa perkembangan pada pekerjaan itu sendiri , dan itulah sebabnya kenapa sistem informasi manajemen harus dikenal dan harus dipelajari pada saat sekarang ini


                   https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
                   https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi



Apa Information Technology Infrastructure Library itu ?



ITIL atau Information Technology Infrastructure Library

   Diterjemahkan Pustaka Infrastruktur Teknologi Informasi), adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastuktur, pengembangan, serta operasi telnologi infirmasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek terdaftar dari Office Of Gaverment(OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.
  Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).


Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:


   1. Service Strategy

   2. Service Design

   3. Service Transition

   4. Service Operation

   5. Continual Service Improvement


Kelima bagian tersebut dikemas dalam bentuk buku, atau biasa disebut sebagai core guidance publications. Setiap buku dalam kelompok utama ini berisi:


   1. Practice fundamentals – menjelaskan latar belakang tahapan lifecycle serta kontribusinya terhadap pengelolaan layanan TI secara keseluruhan.

   2. Practice principles – menjelaskan konsep-konsep kebijakan serta tata kelola tahanan lifecycle yang menjadi acuan setiap proses terkait dalam tahapan ini.

   3. Lifecycle processes and activities – menjelaskan berbagai proses maupun aktivitas yang menjadi kegiatan utama tahapan lifecycle. Misalnya proses financial management dan demand management dalam tahapan Service Strategy.

   4. Supporting organization structures and roles – proses-proses ITIL tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa defini roles dan responsibilities. Bagian ini menjelaskan semua aspek yang terkait dengan kesiapan model dan struktur organisasi.

   5. Technology considerations – menjelaskan solusi-solusi otomatisasi atau software ITIL yang dapat digunakan pada tahapan lifecycle, serta persyaratannya.

   6. Practice Implementation – berisi acuan/panduan bagi organisasi TI yang ingin mengimplementasikan atau yang ingin meningkatkan proses-proses ITIL.

   7. Complementary guideline – berisi acuan model-model best practice lain selain ITIL yang dapat digunakan sebagai referensi bagian tahapan lifecycle.

   8. Examples and templates – berisi template maupun contoh-contoh pengaplikasian proses.

   Di samping buku-buku dalam core guidance publications, ada juga complementary guidance. Dimana buku-buku dalam kategori nantinya dimaksudkan untuk memberikan model, acuan dan panduan bagi penerapan ITIL pada sektor-sektor tertentu seperti jenis industri tertentu, tipe organisasi serta arsitektur teknologi. Dengan demikian, ITIL akan dapat lebih diterima serta diadaptasi sesuai dengan lingkungan serta behaviour dari setiap organisasi TI.


  • Siklus Layanan ITIL
Kelima bagian ITIL yang seperti tersebut di atas biasanya disebut juga sebagai bagian dari sebuah siklus. Dikenal pula dengan sebutan Sikuls Layanan ITIL. Secara singkat, masing-masing bagian dijelaskan sebagai berikut.

  • Service Strategy Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.

Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.


Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:


  1.  Service Portfolio Management
  2.  Financial Management
  3.  Demand Management
   Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.


   Service Design Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
  1. Service Catalog Management
  2.  Service Level Management
  3.  Supplier Management
  4.  Capacity Management
  5.  Availability Management
  6. IT Service Continuity Management
  7.  Information Security Management
   Service Transition Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.


Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:


  1. Transition Planning and Support
  2.  Change Management
  3. Service Asset & Configuration Management
  4.  Release & Deployment Management
  5. Service Validation
  6. Evaluation
  7. Knowledge Management
   Service Operation Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:


  1.  Event Management
  2.  Incident Management
  3. Problem Management
  4.  Request Fulfillment
  5. Access Management
   Continual Service Improvement Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle


https://id.wikipedia.org/wiki/ITIL