Software Maintenance Maturity Model
Sebuah pencarian literatur belum mengungkapkan apapun teknik diagnostik yang komprehensif untuk mengevaluasi kualitas proses pemeliharaan, seperti yang dijelaskan oleh model proses tingkat tinggi hadiah inventarisasi proposal terbaru dari rekayasa perangkat lunak proses evaluasi dan penilaian model . Masing-masing model telah dianalisis untuk mengidentifikasi kontribusi yang dapat membantu pengelola . Dari tiga puluh empat model yang diusulkan dalam ulasan ini , hanya segelintir termasuk didokumentasikan praktek perawatan , kadang-kadang disertai dengan pemikiran dan referensi . Namun , tidak satupun dari mereka meliputi seluruh set topik dan konsep model proses diperkenalkan di sini.
Software Maintenance
pemeliharaan perangkat lunak dalam rekayasa perangkat lunak adalah modifikasi dari produk software setelah melahirkan untuk memperbaiki kesalahan , untuk memperbaiki kinerja atau atribut lainnya . [ 1 ]Sebuah persepsi umum pemeliharaan adalah bahwa hal itu hanya melibatkan memperbaiki cacat . Namun , satu studi menunjukkan bahwa lebih dari 80 % dari usaha pemeliharaan digunakan untuk tindakan non - korektif . [ 2 ] Persepsi ini diabadikan oleh pengguna mengirimkan masalah melaporkan bahwa pada kenyataannya peningkatan fungsionalitas ke sistem . [ Rujukan? ] Penelitian-penelitian terbaru menempatkan proporsi bug - fixing mendekati 21 %
Aspek Kegiatan Maintenance
Isu perawatan perangkat lunak kunci yang baik manajerial dan teknis. isu-isu manajemen kunci adalah: sejalan dengan prioritas pelanggan, staf, yang organisasi tidak pemeliharaan, memperkirakan biaya. masalah teknis utama adalah: pemahaman yang terbatas, analisis dampak, pengujian, pengukuran pemeliharaan. pemeliharaan perangkat lunak adalah aktivitas yang sangat luas yang mencakup koreksi kesalahan, tambahan kemampuan, penghapusan kemampuan usang, dan optimasi. Karena perubahan tidak bisa dihindari, mekanisme harus dikembangkan untuk evaluasi, mengontrol dan membuat modifikasi. Jadi setiap pekerjaan yang dilakukan untuk mengubah perangkat lunak setelah itu dalam operasi dianggap pekerjaan pemeliharaan. Tujuannya adalah untuk melestarikan nilai perangkat lunak dari waktu ke waktu. nilai tersebut dapat ditingkatkan dengan memperluas basis pelanggan, memenuhi persyaratan tambahan, menjadi lebih mudah untuk digunakan, lebih efisien dan menggunakan teknologi yang lebih baru. Pemeliharaan dapat span selama 20 tahun, sedangkan pembangunan mungkin 1-2 tahun.
Planning
Merupakan bagian integral dari perangkat lunak adalah pemeliharaan satu, yang membutuhkan rencana pemeliharaan akurat dipersiapkan selama pengembangan perangkat lunak. Ini harus menentukan bagaimana pengguna akan meminta modifikasi atau melaporkan masalah. Anggaran harus mencakup sumber daya dan biaya perkiraan. Sebuah keputusan baru harus ditangani untuk pengembangan dari setiap fitur sistem baru dan tujuan kualitas. Pemeliharaan perangkat lunak, yang dapat berlangsung selama 5-6 tahun (atau bahkan puluhan tahun) setelah proses pembangunan, panggilan untuk rencana yang efektif yang dapat mengatasi ruang lingkup pemeliharaan perangkat lunak, menjahit pos proses pengiriman / penyebaran, penunjukan yang akan menyediakan pemeliharaan, dan perkiraan biaya siklus hidup. Pemilihan penegakan tepat standar adalah menantang tugas langsung dari tahap awal rekayasa perangkat lunak yang belum mendapat pasti penting oleh pemangku kepentingan.
Selasa, 10 Mei 2016
Senin, 09 Mei 2016
Apa itu Cobit ?
COBIT (Control Objective for Information Related Tecnology)
Latar Belakang dan Sejarah Singkat COBIT
(Isaca, p76) COBIT edisi keempat merupakan versi terakhir dari tujuan pengendalian untuk informasi dan teknologi terkait, release pertama diluncurkan oleh yayasan ISACF pada tahun 1996. COBIT edisi kedua, merefleksikan suatu peningkatan sejumlah dokumen sumber, revisi pada tingkat tinggi dan tujuan pengendalian rinci dan tambahan seperangkat alat implementasi (implementation tool set), yang telah dipublikasikan pada tahun 1998. COBIT pada edisi ke tiga ditandai dengan masuknya penerbit utama baru COBIT yaitu Institut IT Governance.
Institut IT Governance dibentuk oleh ISACA dan yayasan terkait pada tahun 1998 dan memberikan pemahaman lebih dan mengadopsi prinsip-prinsip pengaturan TI. Melalui penambahan pedoman manajemen (management guidelines) untuk COBIT edisi ketiga dan fokusnya diperluas dan ditingkatkan pada IT Governance. Institut IT Governance mengambil peranan yang penting dalam pengembangan publikasi.
COBIT pada umumnya didasarkan pada tujuan pengendalian (Control Objectives) ISACF dan telah ditingkatkan dengan teknik internasional yang ada, professional, pengaturan, dan standar khusus industri. Hasil tujuan pengendalian telah dikembangkan untuk aplikasi sistem informasi yang luas pada organisasi. Istilah “pada umumnya dapat diterima dan diterapkan” secara eksplisit digunakan dalam pengertian yang sama dengan prinsip Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).
Pengertian COBIT
(weber, p57) COBIT dapat diartikan sebagai tujuan pengendalian untuk informasi dan teknologi terkait dan merupakan standar terbuka untuk pengendalian terhadap teknologi informasi yang dikembangkan dan dipromosikan oleh Institut IT Governance.
COBIT pertama sekali diperkenalkan pada tahun 1996, merupakan alat (tool) yang disiapkan untuk mengatur teknologi informasi (IT Governance tool).
COBIT telah dikembangkan sebagai sebuah aplikasi umum dan telah diterima menjadi standar yang baik bagi praktek pengendalian dan keamanan TI yang menyediakan sebuah kerangka kerja bagi pengelola, user, audit sistem informasi, dan pelaksana pengendalian dan keamanan.
COBIT, di terbitkan oleh Institut IT Governance. Pedoman COBIT memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan pengaturan TI secara efektif dan pada dasarnya dapat diterapkan di seluruh organisasi. Khususnya, komponen pedoman manajemen COBIT yang berisi sebuah respon kerangka kerja untuk kebutuhan manajemen bagi pengukuran dan pengendalian TI dengan menyediakan alat-alat untuk menilai dan mengukur kemampuan TI perusahaan untuk 34 proses TI COBIT.
Alat-alat tersebut yaitu :
1. Elemen pengukuran kinerja (pengukuran hasil dan kinerja yang mengarahkan bagi seluruh proses TI)
2. Daftar faktor kritis kesuksesan (CSF) yang disediakan secara ringkas, praktek terbaik non teknis dari tiap proses TI
3. Model maturity untuk membantu dalam benchmarking dan pengambilan keputusan bagi peningkatan kemampuan .
Komponen COBIT terdiri dari Executive Summary, Framework, Control Objectives, Audit Guidelines, Implemenation Tool Set, Management Guidelines
COBIT memiliki misi melakukan riset, mengembangkan, mempublikasikan, dan mempromosikan makalah-makalah, serta meng-update tatanan atau ketentuan TI controls objective yang dapat diterima umum (generally accepted control objectives) berikut panduan pelengkap yang dikenal sebagai Audit Guidelines yang memungkinkan penerapan framework dan control objectives dapat berjalan mudah. Tatanan atau ketentuan tersebut selanjutnya digunakan oleh para manajer dunia usaha maupun auditor dalam menjalankan profesinya.
Sedangkan visi dari COBIT adalah dijadikan COBIT sendiri sebagai satu-satunya model pengurusan dan pengendalian teknologi informasi (Information Technology Governance).
Kerangka Kerja COBIT
(Calder, p147) Kerangka kerja COBIT, terdiri dari tujuan pengendalian tingkat tinggi dan struktur klasifikasi keseluruhan. Terdapat tiga tingkat (level) usaha pengaturan TI yang menyangkut manajemen sumberdaya TI. Mulai dari bawah, yaitu kegiatan dan tugas (activities and tasks) yang diperlukan untuk mencapai hasil yang dapat diukur.Dalam Aktivitas terdapat konsep siklus hidup yang di dalamnya terdapat kebutuhan pengendalian khusus. Kemudian satu lapis di atasnya terdapat proses yang merupakan gabungan dari kegiatan dan tugas (activities and tasks) dengan keuntungan atau perubahan (pengendalian) alami. Pada tingkat yang lebih tinggi, proses biasanya dikelompokan bersama kedalam domain.
Pengelompokan ini sering disebut sebagai tanggung jawab domain dalam struktur organisasi dan yang sejalan dengan siklus manajemen atau siklus hidup yang dapat diterapkan pada proses TI.
Selanjutnya, konsep kerangka kerja dapat dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu (1) kriteria informasi (information criteria), (2) sumberdaya TI (IT resources), dan (3) proses TI (IT processes).
Dalam kerangka kerja sebelumnya, domain diidentifikasikan dengan memakai susunan manajemen yang akan digunakan dalam kegiatan harian organisasi. Kemudian empat domain yang lebih luas diidentifikasikan, yaitu PO, AI, DS, dan M.
Definisi keempat domain tersebut, dimasukan dalam klasifikasi tingkat tinggi sebagai berikut :
(a) PO, domain ini mencakup level strategis dan taktis, dan konsennya pada identifikasi cara TI yang dapat menambah pencapaian terbaik tujuan-tujuan bisnis.
(b) AI, untuk merealisasikan strategi TI, solusi TI yang perlu diidentifikasikan, dikembangkan atau diperlukan, juga diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
(c) DS, domain ini menyangkut penyampaian aktual dari layanan yang diperlukan, dengan menyusun operasi tradisional terhadap keamanan dan aspek kontinuitas sampai pada pelatihan, domain ini termasuk proses data aktual melalui sistem aplikasi, yang sering diklasifikasikan dalam pengendalian aplikasi.
(d) M, semua proses TI perlu dinilai secara teratur atas suatu waktu untuk kualitas dan pemenuhan kebutuhan pengendalian. Domain ini mengarahkan kesalahan manajemen pada proses pengendalian organisasi dan penjaminan independen yang disediakan oleh audit internal dan eksternal atau diperolah dari sumber alternatif.
Proses-proses TI ini dapat diterapkan pada tingkatan yang berbeda dalam organisasi, misalnya tingkat perusahaan, tingkat fungsi dan lain-lain.
Jelas bahwa semua ukuran pengendalian perlu memenuhi kebutuhan bisnis yang berbeda untuk informasi pada tingkat yang sama.
a) Pertama adalah tingkat tujuan pengendalian yang diterapkan secara langsung mempengaruhi kriteria informasi terkait.
b) Kedua adalah tingkat tujuan pengendalian yang ditetapkan hanya memenuhi tujuan pengendalian atau secara tidak langsung kriteria informasi terkait.
c) Blank dapat diterapkan namun kebutuhannya lebih memenuhi kriteria lain dalam proses ini atau yang lainnya.
Agar organisasi mencapai tujuannya, pengaturan TI harus dilaksanakan oleh organisasi untuk menjamin sumberdaya TI yang dijalankan oleh seperangkat proses TI.
Latar Belakang dan Sejarah Singkat COBIT
(Isaca, p76) COBIT edisi keempat merupakan versi terakhir dari tujuan pengendalian untuk informasi dan teknologi terkait, release pertama diluncurkan oleh yayasan ISACF pada tahun 1996. COBIT edisi kedua, merefleksikan suatu peningkatan sejumlah dokumen sumber, revisi pada tingkat tinggi dan tujuan pengendalian rinci dan tambahan seperangkat alat implementasi (implementation tool set), yang telah dipublikasikan pada tahun 1998. COBIT pada edisi ke tiga ditandai dengan masuknya penerbit utama baru COBIT yaitu Institut IT Governance.
Institut IT Governance dibentuk oleh ISACA dan yayasan terkait pada tahun 1998 dan memberikan pemahaman lebih dan mengadopsi prinsip-prinsip pengaturan TI. Melalui penambahan pedoman manajemen (management guidelines) untuk COBIT edisi ketiga dan fokusnya diperluas dan ditingkatkan pada IT Governance. Institut IT Governance mengambil peranan yang penting dalam pengembangan publikasi.
COBIT pada umumnya didasarkan pada tujuan pengendalian (Control Objectives) ISACF dan telah ditingkatkan dengan teknik internasional yang ada, professional, pengaturan, dan standar khusus industri. Hasil tujuan pengendalian telah dikembangkan untuk aplikasi sistem informasi yang luas pada organisasi. Istilah “pada umumnya dapat diterima dan diterapkan” secara eksplisit digunakan dalam pengertian yang sama dengan prinsip Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).
Pengertian COBIT
(weber, p57) COBIT dapat diartikan sebagai tujuan pengendalian untuk informasi dan teknologi terkait dan merupakan standar terbuka untuk pengendalian terhadap teknologi informasi yang dikembangkan dan dipromosikan oleh Institut IT Governance.
COBIT pertama sekali diperkenalkan pada tahun 1996, merupakan alat (tool) yang disiapkan untuk mengatur teknologi informasi (IT Governance tool).
COBIT telah dikembangkan sebagai sebuah aplikasi umum dan telah diterima menjadi standar yang baik bagi praktek pengendalian dan keamanan TI yang menyediakan sebuah kerangka kerja bagi pengelola, user, audit sistem informasi, dan pelaksana pengendalian dan keamanan.
COBIT, di terbitkan oleh Institut IT Governance. Pedoman COBIT memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan pengaturan TI secara efektif dan pada dasarnya dapat diterapkan di seluruh organisasi. Khususnya, komponen pedoman manajemen COBIT yang berisi sebuah respon kerangka kerja untuk kebutuhan manajemen bagi pengukuran dan pengendalian TI dengan menyediakan alat-alat untuk menilai dan mengukur kemampuan TI perusahaan untuk 34 proses TI COBIT.
Alat-alat tersebut yaitu :
1. Elemen pengukuran kinerja (pengukuran hasil dan kinerja yang mengarahkan bagi seluruh proses TI)
2. Daftar faktor kritis kesuksesan (CSF) yang disediakan secara ringkas, praktek terbaik non teknis dari tiap proses TI
3. Model maturity untuk membantu dalam benchmarking dan pengambilan keputusan bagi peningkatan kemampuan .
Komponen COBIT terdiri dari Executive Summary, Framework, Control Objectives, Audit Guidelines, Implemenation Tool Set, Management Guidelines
COBIT memiliki misi melakukan riset, mengembangkan, mempublikasikan, dan mempromosikan makalah-makalah, serta meng-update tatanan atau ketentuan TI controls objective yang dapat diterima umum (generally accepted control objectives) berikut panduan pelengkap yang dikenal sebagai Audit Guidelines yang memungkinkan penerapan framework dan control objectives dapat berjalan mudah. Tatanan atau ketentuan tersebut selanjutnya digunakan oleh para manajer dunia usaha maupun auditor dalam menjalankan profesinya.
Sedangkan visi dari COBIT adalah dijadikan COBIT sendiri sebagai satu-satunya model pengurusan dan pengendalian teknologi informasi (Information Technology Governance).
Kerangka Kerja COBIT
(Calder, p147) Kerangka kerja COBIT, terdiri dari tujuan pengendalian tingkat tinggi dan struktur klasifikasi keseluruhan. Terdapat tiga tingkat (level) usaha pengaturan TI yang menyangkut manajemen sumberdaya TI. Mulai dari bawah, yaitu kegiatan dan tugas (activities and tasks) yang diperlukan untuk mencapai hasil yang dapat diukur.Dalam Aktivitas terdapat konsep siklus hidup yang di dalamnya terdapat kebutuhan pengendalian khusus. Kemudian satu lapis di atasnya terdapat proses yang merupakan gabungan dari kegiatan dan tugas (activities and tasks) dengan keuntungan atau perubahan (pengendalian) alami. Pada tingkat yang lebih tinggi, proses biasanya dikelompokan bersama kedalam domain.
Pengelompokan ini sering disebut sebagai tanggung jawab domain dalam struktur organisasi dan yang sejalan dengan siklus manajemen atau siklus hidup yang dapat diterapkan pada proses TI.
Selanjutnya, konsep kerangka kerja dapat dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu (1) kriteria informasi (information criteria), (2) sumberdaya TI (IT resources), dan (3) proses TI (IT processes).
Dalam kerangka kerja sebelumnya, domain diidentifikasikan dengan memakai susunan manajemen yang akan digunakan dalam kegiatan harian organisasi. Kemudian empat domain yang lebih luas diidentifikasikan, yaitu PO, AI, DS, dan M.
Definisi keempat domain tersebut, dimasukan dalam klasifikasi tingkat tinggi sebagai berikut :
(a) PO, domain ini mencakup level strategis dan taktis, dan konsennya pada identifikasi cara TI yang dapat menambah pencapaian terbaik tujuan-tujuan bisnis.
(b) AI, untuk merealisasikan strategi TI, solusi TI yang perlu diidentifikasikan, dikembangkan atau diperlukan, juga diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
(c) DS, domain ini menyangkut penyampaian aktual dari layanan yang diperlukan, dengan menyusun operasi tradisional terhadap keamanan dan aspek kontinuitas sampai pada pelatihan, domain ini termasuk proses data aktual melalui sistem aplikasi, yang sering diklasifikasikan dalam pengendalian aplikasi.
(d) M, semua proses TI perlu dinilai secara teratur atas suatu waktu untuk kualitas dan pemenuhan kebutuhan pengendalian. Domain ini mengarahkan kesalahan manajemen pada proses pengendalian organisasi dan penjaminan independen yang disediakan oleh audit internal dan eksternal atau diperolah dari sumber alternatif.
Proses-proses TI ini dapat diterapkan pada tingkatan yang berbeda dalam organisasi, misalnya tingkat perusahaan, tingkat fungsi dan lain-lain.
Jelas bahwa semua ukuran pengendalian perlu memenuhi kebutuhan bisnis yang berbeda untuk informasi pada tingkat yang sama.
a) Pertama adalah tingkat tujuan pengendalian yang diterapkan secara langsung mempengaruhi kriteria informasi terkait.
b) Kedua adalah tingkat tujuan pengendalian yang ditetapkan hanya memenuhi tujuan pengendalian atau secara tidak langsung kriteria informasi terkait.
c) Blank dapat diterapkan namun kebutuhannya lebih memenuhi kriteria lain dalam proses ini atau yang lainnya.
Agar organisasi mencapai tujuannya, pengaturan TI harus dilaksanakan oleh organisasi untuk menjamin sumberdaya TI yang dijalankan oleh seperangkat proses TI.
Application Service Library
Application Service Library
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.
ASL erat kaitannya dengan kerangka kerja ITIL (IT Service Management) dan BiSL (Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional) dan Capability Maturity Model (CMM).
Kerangka ASL dikembangkan karena ITIL, dipeluk oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi: pada waktu itu, ITIL tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan. versi ITIL baru, terutama V3, semakin membahas Pengembangan Aplikasi dan Aplikasi Manajemen domain; ASL BiSL Foundation telah menerbitkan sebuah kertas putih membandingkan ITIL v3 dan ASL.
ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider Pink Roccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.
Cakupan ASL
ASL2 ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:
Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:
· Use Support
· Configuration Management
·IT Operation Management
· Continuity Management
Framework ASL
Proses dalam rangka ASL dapat dibagi sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Apakah sudut pendekatan 'layanan' atau 'aplikasi'?
2. Apakah proses operasional, taktis atau strategis terlibat?
aplikasi manajemen digambarkan sebagai manajemen pemeliharaan,
peningkatan dan renovasi aplikasi dengan cara suara-ekonomi bisnis. Itu
Prinsip kunci di sini adalah untuk mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi untuk siklus hidup dari proses bisnis.
Dua sudut pandang penting dapat dibedakan di sini:
Yang pertama adalah perspektif 'mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi'. Ini berarti menjaga aplikasi dan berjalan dan memastikan bahwa mereka mendukung organisasi kegiatan sehari-hari. Secara praktis, ini melibatkan menyediakan layanan terus menerus dengan membuat perusahaan kesepakatan tentang tingkat layanan dan memulihkan tingkat layanan yang disepakati secepat mungkin jika penyimpangan ditetapkan; menciptakan tingkat tinggi aksesibilitas bagi pertanyaan dan komentar dari klien tentang layanan; mencegah gangguan dan memfasilitasi layanan baru dengan menanggapi sebagai layanan ICT penyedia dalam waktu yang baik. Fokusnya adalah karena pada layanan, layanan yang disediakan dan yang (bersama-sama dengan manajemen infrastruktur) memfasilitasi penggunaan aplikasi. Dalam hal ini biaya umum jumlah 10 - 20% dari biaya keseluruhan manajemen aplikasi.
Sudut pandang kedua adalah 'siklus hidup proses bisnis'. Organisasi berkembang, lingkungan dan pasar berubah. Untuk terus berfungsi secara optimal, sistem informasi pendukung harus tumbuh dengan organisasi. Ini melibatkan meningkatkan aplikasi untuk saat ini dan masa depan teknis
dan persyaratan fungsional. Proses aplikasi yang berhubungan umumnya account untuk sebagian besar biaya manajemen aplikasi.
Kita dapat membedakan proses operasional, taktis dan strategis di kedua daerah. Hal ini menyebabkan mengilustrasikan kerangka ASL. Lingkaran dan persegi panjang di tengah masing-masing mewakili cluster proses. Tiga tingkat dibedakan: operasional, taktis dan strategis.
Tingkat operasional mengakui dua kelompok proses:
● 'pemeliharaan' dari aplikasi: proses yang memastikan ketersediaan optimum aplikasi saat ini sedang digunakan untuk mendukung proses bisnis dengan minimal sumber daya dan gangguan dalam operasi.
● 'tambahan / renovasi' aplikasi: proses yang beradaptasi aplikasi dengan keinginan baru dan persyaratan dalam menanggapi perubahan organisasi dan lingkungannya. yang diperlukan penyesuaian dilakukan terhadap perangkat lunak, model data dan dokumentasi.
Tingkat taktis terdiri dari proses manajemen secara keseluruhan. Proses ini menyediakan untuk kemudi kolektif dari proses operasional untuk 'layanan' di satu sisi dan 'aplikasi' lain. Baik di tingkat operasional strategis dan menyediakan proses manajemen. masa depan dan
sehari-hari realitas demikian dijamin dalam proses ini.
Tingkat strategis direktif juga membedakan dua kelompok proses, berdasarkan pembagian ke dalam
'Angle layanan' dan 'sudut aplikasi'. Membuat layanan dan penyedia layanan yang lebih fleksibel.
Cluster proses di tingkat strategis adalah:
● Organisasi Manajemen Siklus (OCM): proses yang bertujuan untuk mengembangkan visi masa depan organisasi jasa ICT dan menerjemahkan visi yang menjadi kebijakan untuk pembaruannya.
● Aplikasi Cycle Management (ACM): proses yang berfungsi untuk membentuk strategi jangka panjang untuk berbagai aplikasi yang sesuai dalam keseluruhan penyediaan informasi organisasi dalam kaitannya
kebijakan jangka panjang organisasi.
ASL erat kaitannya dengan kerangka kerja ITIL (IT Service Management) dan BiSL (Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional) dan Capability Maturity Model (CMM).
Kerangka ASL dikembangkan karena ITIL, dipeluk oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi: pada waktu itu, ITIL tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan. versi ITIL baru, terutama V3, semakin membahas Pengembangan Aplikasi dan Aplikasi Manajemen domain; ASL BiSL Foundation telah menerbitkan sebuah kertas putih membandingkan ITIL v3 dan ASL.
ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider Pink Roccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.
Cakupan ASL
ASL2 ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:
Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:
· Use Support
· Configuration Management
·IT Operation Management
· Continuity Management
Framework ASL
Proses dalam rangka ASL dapat dibagi sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Apakah sudut pendekatan 'layanan' atau 'aplikasi'?
2. Apakah proses operasional, taktis atau strategis terlibat?
aplikasi manajemen digambarkan sebagai manajemen pemeliharaan,
peningkatan dan renovasi aplikasi dengan cara suara-ekonomi bisnis. Itu
Prinsip kunci di sini adalah untuk mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi untuk siklus hidup dari proses bisnis.
Dua sudut pandang penting dapat dibedakan di sini:
Yang pertama adalah perspektif 'mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi'. Ini berarti menjaga aplikasi dan berjalan dan memastikan bahwa mereka mendukung organisasi kegiatan sehari-hari. Secara praktis, ini melibatkan menyediakan layanan terus menerus dengan membuat perusahaan kesepakatan tentang tingkat layanan dan memulihkan tingkat layanan yang disepakati secepat mungkin jika penyimpangan ditetapkan; menciptakan tingkat tinggi aksesibilitas bagi pertanyaan dan komentar dari klien tentang layanan; mencegah gangguan dan memfasilitasi layanan baru dengan menanggapi sebagai layanan ICT penyedia dalam waktu yang baik. Fokusnya adalah karena pada layanan, layanan yang disediakan dan yang (bersama-sama dengan manajemen infrastruktur) memfasilitasi penggunaan aplikasi. Dalam hal ini biaya umum jumlah 10 - 20% dari biaya keseluruhan manajemen aplikasi.
Sudut pandang kedua adalah 'siklus hidup proses bisnis'. Organisasi berkembang, lingkungan dan pasar berubah. Untuk terus berfungsi secara optimal, sistem informasi pendukung harus tumbuh dengan organisasi. Ini melibatkan meningkatkan aplikasi untuk saat ini dan masa depan teknis
dan persyaratan fungsional. Proses aplikasi yang berhubungan umumnya account untuk sebagian besar biaya manajemen aplikasi.
Kita dapat membedakan proses operasional, taktis dan strategis di kedua daerah. Hal ini menyebabkan mengilustrasikan kerangka ASL. Lingkaran dan persegi panjang di tengah masing-masing mewakili cluster proses. Tiga tingkat dibedakan: operasional, taktis dan strategis.
Tingkat operasional mengakui dua kelompok proses:
● 'pemeliharaan' dari aplikasi: proses yang memastikan ketersediaan optimum aplikasi saat ini sedang digunakan untuk mendukung proses bisnis dengan minimal sumber daya dan gangguan dalam operasi.
● 'tambahan / renovasi' aplikasi: proses yang beradaptasi aplikasi dengan keinginan baru dan persyaratan dalam menanggapi perubahan organisasi dan lingkungannya. yang diperlukan penyesuaian dilakukan terhadap perangkat lunak, model data dan dokumentasi.
Tingkat taktis terdiri dari proses manajemen secara keseluruhan. Proses ini menyediakan untuk kemudi kolektif dari proses operasional untuk 'layanan' di satu sisi dan 'aplikasi' lain. Baik di tingkat operasional strategis dan menyediakan proses manajemen. masa depan dan
sehari-hari realitas demikian dijamin dalam proses ini.
Tingkat strategis direktif juga membedakan dua kelompok proses, berdasarkan pembagian ke dalam
'Angle layanan' dan 'sudut aplikasi'. Membuat layanan dan penyedia layanan yang lebih fleksibel.
Cluster proses di tingkat strategis adalah:
● Organisasi Manajemen Siklus (OCM): proses yang bertujuan untuk mengembangkan visi masa depan organisasi jasa ICT dan menerjemahkan visi yang menjadi kebijakan untuk pembaruannya.
● Aplikasi Cycle Management (ACM): proses yang berfungsi untuk membentuk strategi jangka panjang untuk berbagai aplikasi yang sesuai dalam keseluruhan penyediaan informasi organisasi dalam kaitannya
kebijakan jangka panjang organisasi.
Kamis, 24 Maret 2016
Contoh Teknologi yang menggunakan manajemen Sistem Informasi
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi,
Organisasi, dan Strategi
Organisasi dan Sistem Informasi
Sistem informasi dan organisasi mempengaruhi satu sama lain. Sistem Informasi yang dibangun oleh manajer untuk melayani kepentingan perusahaan bisnis. Pada saat yang sama, organisasi harus menyadari dan terbuka terhadap pengaruh sistem informasi untuk mendapatkan keuntungan dari teknologi baru.
Interaksi antara teknologi informasi dan organisasi sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor mediasi, termasuk struktur organisasi, proses bisnis, politik, budaya, lingkungan sekitar, dan keputusan manajemen.
Hubungan yang kompleks dua arah ini ditengahi/ dimediasi oleh banyak faktor, tidak sedikit merupakan keputusan yang dibuat-atau tidak dibuat-oleh manajer. Faktor-faktor lain dari hubungan mediasi antara lain budaya organisasi, struktur, politik, proses bisnis, dan lingkungan.
Sebuah organisasi adalah stabil, struktur sosial formal yang mengambil sumber dari
lingkungan dan proses mereka untuk menghasilkan output. Definisi teknis ini berfokus pada tiga elemen organisasi. Modal dan tenaga kerja merupakan faktor produksi utama yang disediakan oleh lingkungan. Organisasi (perusahaan) mengubah input ini menjadi produk dan jasa dalam fungsi produksi. Produk dan jasa yang dikonsumsi oleh lingkungan dengan imbalan pasokan input
Fitur Organisasi
Bagaimana Sistem Informasi memberikan dampak terhadap Organisasi dan Perusahaan Bisnis ?
DAMPAK EKONOMI
Dari sudut pandang ekonomi, IT perubahan baik biaya relatif dari modal dan biaya informasi. Teknologi informasi sistem dapat dilihat sebagai faktor produksi yang dapat diganti untuk modal dan
MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI UNTUK MENCAPAI KEUNGGULAN KOMPETITIF
KOMPETITIF PASUKAN MODEL’S PORTER
Dalam model ini, lima kekuatan kompetitif membentuk nasib perusahaan.
SINERGI, KOMPETENSI INTI, DAN STRATEGI NETWORKBASED
INFORMASI HAK: PRIVASI DAN KEBEBASAN DI ZAMAN INTERNET
Teknologi informasi dan sistem mengancam klaim individu untuk privasi dengan membuat pelanggaran privasi murah, menguntungkan, dan efektif. Klaim privasi dilindungi di AS, Kanada, dan konstitusi Jerman dalam berbagai cara yang berbeda dan di negara-negara lain melalui berbagai undang-undang. Di Amerika Serikat, klaim untuk privasi dilindungi terutama oleh jaminan Amandemen Pertama kebebasan berbicara dan berserikat, perlindungan Perubahan Keempat terhadap pencarian tidak masuk akal dan penyitaan dokumen pribadi seseorang atau rumah, dan jaminan proses hukum
Penyimpanan data kontemporer dan teknologi analisis data memungkinkan perusahaan untuk dengan mudah mengumpulkan data pribadi tentang individu dari berbagai sumber dan menganalisis data ini untuk membuat profil elektronik rinci tentang individu dan perilaku mereka. Data mengalir melalui Internet dapat dipantau di banyak titik. Cookies dan alat pemantauan Web lainnya erat melacak aktivitas pengunjung situs Web. Tidak semua situs web memiliki kebijakan perlindungan privasi yang kuat, dan mereka tidak selalu memungkinkan untuk informed consent mengenai penggunaan informasi pribadi. Hukum hak cipta tradisional tidak cukup untuk melindungi terhadap pembajakan perangkat lunak karena bahan digital dapat disalin dengan mudah dan dikirim ke berbagai lokasi yang berbeda secara bersamaan melalui Internet.
Meskipun sistem komputer telah mengefensiesiasikan sumber dan kekayaan, mereka memiliki beberapa dampak negatif. Kesalahan komputer dapat menyebabkan kerusakan serius pada individu dan organisasi. Kualitas data yang buruk juga bertanggung jawab untuk gangguan dan kerugian untuk bisnis. Pekerjaan bisa hilang ketika komputer menggantikan pekerja atau tugas menjadi tidak perlu dalam proses bisnis direkayasa ulang. Kemampuan untuk memiliki dan menggunakan komputer dapat memperburuk kesenjangan sosial ekonomi antara kelompok-kelompok ras yang berbeda dan kelas sosial. Meluasnya penggunaan komputer meningkatkan peluang bagi kejahatan komputer dan penyalahgunaan komputer. Komputer juga dapat membuat masalah kesehatan, seperti RSI, computer vision syndrome, dan technostress.
Sumber : – Kenneth dan Jane (2012). Management Information System. New Jersey: Pearson Education Upper Saddle River.
lingkungan dan proses mereka untuk menghasilkan output. Definisi teknis ini berfokus pada tiga elemen organisasi. Modal dan tenaga kerja merupakan faktor produksi utama yang disediakan oleh lingkungan. Organisasi (perusahaan) mengubah input ini menjadi produk dan jasa dalam fungsi produksi. Produk dan jasa yang dikonsumsi oleh lingkungan dengan imbalan pasokan input
Fitur Organisasi
Fitur lain dari organisasi termasuk proses bisnis mereka, budaya organisasi, politik organisasi, lingkungan sekitarnya, struktur, tujuan, konstituen, dan gaya kepemimpinan. Semua fitur tersebut mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan oleh organisasi.
Fitur yang mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan oleh organisasi.
Rutinitas dan Proses Bisnis
Semua organisasi, termasuk perusahaan bisnis, menjadi sangat efisien dari waktu ke waktu karena individu dalam perusahaan mengembangkan rutinitas untuk memproduksi barang dan jasa.
Fitur yang mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan oleh organisasi.
Rutinitas dan Proses Bisnis
Semua organisasi, termasuk perusahaan bisnis, menjadi sangat efisien dari waktu ke waktu karena individu dalam perusahaan mengembangkan rutinitas untuk memproduksi barang dan jasa.
- Politik organisasi
Orang dalam organisasi menempati posisi yang berbeda dengan spesialisasi yang berbeda, keprihatinan, dan perspektif. Akibatnya, mereka secara alami memiliki sudut pandang yang berbeda tentang bagaimana sumber daya, imbalan, dan hukuman harus didistribusikan. - Budaya organisasi
Semua organisasi memiliki batuan dasar, tak tergoyahkan, tidak diragukan lagi (oleh anggota) asumsi yang mendefinisikan tujuan dan produk mereka. - Lingkungan organisasi
Organisasi berada dalam lingkungan dimana mereka menarik sumber daya dan yang mereka memasok barang dan jasa. Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan timbal balik.
Bagaimana Sistem Informasi memberikan dampak terhadap Organisasi dan Perusahaan Bisnis ?
DAMPAK EKONOMI
Dari sudut pandang ekonomi, IT perubahan baik biaya relatif dari modal dan biaya informasi. Teknologi informasi sistem dapat dilihat sebagai faktor produksi yang dapat diganti untuk modal dan
tenaga kerja tradisional. Sebagai biaya penurunan teknologi informasi, itu diganti untuk tenaga kerja, yang secara historis telah menjadi meningkatnya biaya. Oleh karena itu, teknologi informasi harus menghasilkan penurunan jumlah manajer menengah dan pekerja administrasi sebagai pengganti teknologi informasi untuk tenaga kerja mereka (Laudon, 1990).
Teknologi informasi, dengan mengurangi biaya untuk memperoleh dan menganalisis informasi, memungkinkan organisasi untuk mengurangi biaya agensi karena menjadi lebih mudah bagi manajer untuk mengawasi sejumlah besar karyawan. dengan mengurangi biaya manajemen secara keseluruhan, teknologi informasi memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan sementara menyusut jumlah manajer menengah dan pekerja administrasi. Kita telah melihat contoh-contoh dalam bab-bab sebelumnya di mana teknologi informasi memperluas kekuasaan dan ruang lingkup organisasi kecil dengan memungkinkan mereka untuk melakukan kegiatan koordinasi seperti memproses pesanan atau melacak persediaan dengan sangat sedikit pegawai dan manajer.
INTERNET DAN ORGANISASI
INTERNET DAN ORGANISASI
Internet, khususnya World Wide Web, memiliki dampak penting pada hubungan antara banyak perusahaan dan entitas eksternal, dan bahkan pada organisasi proses bisnis di dalam perusahaan. Internet meningkatkan aksesibilitas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk organisasi. Pada intinya, internet mampu secara dramatis menurunkan biaya transaksi dan agensi yang dihadapi sebagian besar organisasi. Misalnya, perusahaan pialang dan bank di New York sekarang dapat memberikan internal yang manual prosedur operasi mereka untuk karyawan mereka di lokasi yang jauh dengan posting mereka di situs Web perusahaan, menghemat jutaan dolar dalam biaya distribusi. Sebuah gaya penjualan global dapat menerima hampir instan update informasi harga produk menggunakan Web atau instruksi dari manajemen dikirim melalui e-mail. Vendor dari beberapa pengecer besar dapat mengakses situs Web internal pengecer langsung untuk menemukan up-to-the-menit informasi penjualan dan untuk memulai perintah pengisian langsung.
MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI UNTUK MENCAPAI KEUNGGULAN KOMPETITIF
KOMPETITIF PASUKAN MODEL’S PORTER
Dalam model ini, lima kekuatan kompetitif membentuk nasib perusahaan.
- Pesaing tradisional
Semua perusahaan berbagi ruang pasar dengan kompetitor lain yang terus merancang, cara yang lebih efisien baru untuk menghasilkan dengan memperkenalkan produk dan layanan baru, dan mencoba untuk menarik pelanggan dengan mengembangkan merek mereka dan memaksakan biaya beralih pada pelanggan mereka. - Peserta Pasar Baru
Dalam ekonomi gratis dengan tenaga kerja mobile dan sumber daya keuangan, perusahaan baru selalu memasuki pasar. Dalam beberapa industri, ada hambatan yang sangat rendah untuk masuk, sedangkan di industri lain, masuk sangat sulit.
Produk pengganti dan Jasa. Di hampir setiap industri, ada pengganti yang pelanggan Anda mungkin menggunakan jika harga Anda menjadi terlalu tinggi. Teknologi baru membuat pengganti baru setiap saat. - Pelanggan
Sebuah perusahaan yang menguntungkan tergantung dalam ukuran besar pada kemampuannya untuk menarik dan mempertahankan pelanggan (sementara menyangkal mereka untuk pesaing), dan biaya harga tinggi. - Pemasok
Kekuatan pasar pemasok dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap laba perusahaan, terutama ketika perusahaan tidak dapat menaikkan harga secepat mungkin pemasok.
SINERGI, KOMPETENSI INTI, DAN STRATEGI NETWORKBASED
- Sinergi
Ide sinergi adalah bahwa ketika output dari beberapa unit dapat digunakan sebagai input untuk unit lain, atau dua organisasi pool pasar dan keahlian, biaya hubungan ini lebih rendah dan menghasilkan keuntungan - Meningkatkan Kompetensi Inti
Sebuah kompetensi inti adalah kegiatan yang perusahaan adalah pemimpin kelas dunia. Kompetensi inti mungkin melibatkan menjadi miniatur bagian desainer terbaik dunia, yang terbaik jasa pengiriman paket, atau yang terbaik produsen film tipis. Secara umum, kompetensi inti bergantung pada pengetahuan yang diperoleh selama bertahun-tahun pengalaman lapangan praktis dengan teknologi. Pengetahuan praktis ini biasanya dilengkapi
dengan upaya penelitian jangka panjang dan karyawan berkomitmen.
Strategi Jaringan Berbasis :
– Ekonomi Jaringan
– Virtual Company Model
– Bisnis Ekosistem: Keystone dan Niche Perusahaan
LIMA DIMENSI MORAL PADA ZAMAN INFORMASI
– Ekonomi Jaringan
– Virtual Company Model
– Bisnis Ekosistem: Keystone dan Niche Perusahaan
ETIKA DAN MASALAH SOSIAL DALAM SISTEM INFORMASI
LIMA DIMENSI MORAL PADA ZAMAN INFORMASI
Masalah etika, sosial, dan politik besar yang diangkat oleh sistem informasi mencakup dimensi moral yang berikut: hak Informasi dan kewajiban. Informasi apa hak yang individu dan organisasi memiliki sehubungan dengan diri mereka sendiri? Apa yang bisa mereka melindungi?
Hak dan kewajiban properti. Bagaimana hak kekayaan intelektual tradisional dilindungi dalam masyarakat digital di mana pelacakan dan akuntansi untuk kepemilikan sulit dan mengabaikan hak-hak kekayaan tersebut sangat mudah?
Akuntabilitas dan kontrol. Siapa yang bisa dan akan bertanggung jawab dan bertanggung jawab atas kerugian yang informasi dan hak milik individu dan kolektif?
Kualitas sistem. Apa standar data dan sistem mutu yang harus kita menuntut untuk melindungi hak-hak individu dan keamanan masyarakat?
Hak dan kewajiban properti. Bagaimana hak kekayaan intelektual tradisional dilindungi dalam masyarakat digital di mana pelacakan dan akuntansi untuk kepemilikan sulit dan mengabaikan hak-hak kekayaan tersebut sangat mudah?
Akuntabilitas dan kontrol. Siapa yang bisa dan akan bertanggung jawab dan bertanggung jawab atas kerugian yang informasi dan hak milik individu dan kolektif?
Kualitas sistem. Apa standar data dan sistem mutu yang harus kita menuntut untuk melindungi hak-hak individu dan keamanan masyarakat?
Kualitas hidup. Nilai-nilai apa yang harus dipertahankan dalam masyarakat-informasi dan berbasis pengetahuan? Lembaga yang harus kita melindungi dari pelanggaran? yang budaya
Kunci Tren Teknologi bahwa menaikan isu etika
Masalah etika panjang didahului teknologi informasi. Namun demikian, teknologi informasi telah meningkatkan kekhawatiran etis, pajak tatanan sosial yang ada, dan membuat beberapa hukum usang atau sangat timpang.sebagian besar organisasi menggunakan sistem informasi untuk proses produksi inti mereka. Akibatnya, ketergantungan kita pada sistem dan kerentanan untuk kesalahan sistem dan kualitas data yang buruk telah meningkat. Aturan sosial dan hukum belum disesuaikan dengan ketergantungan ini. Standar untuk memastikan akurasi dan keandalan sistem informasi yang tidak diterima secara universal atau ditegakkan.
Kemajuan dalam teknik penyimpanan data dan biaya penyimpanan menurun dengan cepat telah bertanggung jawab untuk database mengalikan pada individu-karyawan, pelanggan, dan pelanggan potensial-dikelola oleh organisasi swasta dan publik. Kemajuan ini dalam penyimpanan data telah membuat pelanggaran rutin privasi individu baik murah dan efektif.
Sistem penyimpanan data yang besar cukup murah untuk perusahaan ritel regional dan bahkan lokal untuk digunakan dalam mengidentifikasi pelanggan. Kemajuan dalam teknik analisis data untuk kolam besar data yang tren teknologi lain yang mempertinggi kekhawatiran etis karena perusahaan dan instansi pemerintah dapat mengetahui informasi pribadi yang sangat rinci tentang individu. Dengan alat manajemen data kontemporer, perusahaan dapat merakit dan menggabungkan potongan segudang informasi tentang Anda yang tersimpan di komputer jauh lebih mudah daripada di masa lalu.
Etika didalam Informasi Sosial
ANALISIS ETIKA
Ketika dihadapkan dengan situasi yang tampaknya untuk menyajikan isu-isu etis, bagaimana Anda harus menganalisis itu? Mengikuti proses lima langkah akan membantu:
Sistem penyimpanan data yang besar cukup murah untuk perusahaan ritel regional dan bahkan lokal untuk digunakan dalam mengidentifikasi pelanggan. Kemajuan dalam teknik analisis data untuk kolam besar data yang tren teknologi lain yang mempertinggi kekhawatiran etis karena perusahaan dan instansi pemerintah dapat mengetahui informasi pribadi yang sangat rinci tentang individu. Dengan alat manajemen data kontemporer, perusahaan dapat merakit dan menggabungkan potongan segudang informasi tentang Anda yang tersimpan di komputer jauh lebih mudah daripada di masa lalu.
Etika didalam Informasi Sosial
ANALISIS ETIKA
Ketika dihadapkan dengan situasi yang tampaknya untuk menyajikan isu-isu etis, bagaimana Anda harus menganalisis itu? Mengikuti proses lima langkah akan membantu:
- Mengidentifikasi dan menggambarkan dengan jelas fakta-fakta.
- Tentukan konflik atau dilema dan mengidentifikasi nilai-nilai yang lebih tinggi-order yang terlibat. Isu etika, sosial, dan politik selalu referensi nilai yang lebih tinggi.
- Mengidentifikasi pemangku kepentingan. Setiap masalah etika, sosial, dan politik memiliki pemangku kepentingan.
- Mengidentifikasi opsi yang Anda cukup dapat mengambil.
- Identifikasi potensi konsekuensi dari pilihan Anda
INFORMASI HAK: PRIVASI DAN KEBEBASAN DI ZAMAN INTERNET
Teknologi informasi dan sistem mengancam klaim individu untuk privasi dengan membuat pelanggaran privasi murah, menguntungkan, dan efektif. Klaim privasi dilindungi di AS, Kanada, dan konstitusi Jerman dalam berbagai cara yang berbeda dan di negara-negara lain melalui berbagai undang-undang. Di Amerika Serikat, klaim untuk privasi dilindungi terutama oleh jaminan Amandemen Pertama kebebasan berbicara dan berserikat, perlindungan Perubahan Keempat terhadap pencarian tidak masuk akal dan penyitaan dokumen pribadi seseorang atau rumah, dan jaminan proses hukum
Penyimpanan data kontemporer dan teknologi analisis data memungkinkan perusahaan untuk dengan mudah mengumpulkan data pribadi tentang individu dari berbagai sumber dan menganalisis data ini untuk membuat profil elektronik rinci tentang individu dan perilaku mereka. Data mengalir melalui Internet dapat dipantau di banyak titik. Cookies dan alat pemantauan Web lainnya erat melacak aktivitas pengunjung situs Web. Tidak semua situs web memiliki kebijakan perlindungan privasi yang kuat, dan mereka tidak selalu memungkinkan untuk informed consent mengenai penggunaan informasi pribadi. Hukum hak cipta tradisional tidak cukup untuk melindungi terhadap pembajakan perangkat lunak karena bahan digital dapat disalin dengan mudah dan dikirim ke berbagai lokasi yang berbeda secara bersamaan melalui Internet.
Meskipun sistem komputer telah mengefensiesiasikan sumber dan kekayaan, mereka memiliki beberapa dampak negatif. Kesalahan komputer dapat menyebabkan kerusakan serius pada individu dan organisasi. Kualitas data yang buruk juga bertanggung jawab untuk gangguan dan kerugian untuk bisnis. Pekerjaan bisa hilang ketika komputer menggantikan pekerja atau tugas menjadi tidak perlu dalam proses bisnis direkayasa ulang. Kemampuan untuk memiliki dan menggunakan komputer dapat memperburuk kesenjangan sosial ekonomi antara kelompok-kelompok ras yang berbeda dan kelas sosial. Meluasnya penggunaan komputer meningkatkan peluang bagi kejahatan komputer dan penyalahgunaan komputer. Komputer juga dapat membuat masalah kesehatan, seperti RSI, computer vision syndrome, dan technostress.
Sumber : – Kenneth dan Jane (2012). Management Information System. New Jersey: Pearson Education Upper Saddle River.
Rabu, 23 Maret 2016
Yang di maksud Manajemen Sistem Informasi
- Manajemen Sistem Informasi
Sistem Informasi Manajemen atau SIM (bahasa inggris Management Information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia,dokument,teknologi dan prosedur oleh akutansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi.
- Manajemen
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.
- Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.
Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi adalah kumpulandari sub-sub sistem baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna.
Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen ini sangat penting dan berharga dalam sebuah instansi atau organisasi seperti yang sekarang ini, informasi yang tepat, akurat dan cepat dapat membantu untuk tumbuh perkembangan didalam organisasi dan instansi , maka dari itu pengolahan dalam suatu informasi harus dipandang penting untuk kelancaran sebuah pekerjaan dan juga bisa untuk menganalisa perkembangan pada pekerjaan itu sendiri , dan itulah sebabnya kenapa sistem informasi manajemen harus dikenal dan harus dipelajari pada saat sekarang ini
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.
Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi adalah kumpulandari sub-sub sistem baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna.
Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen ini sangat penting dan berharga dalam sebuah instansi atau organisasi seperti yang sekarang ini, informasi yang tepat, akurat dan cepat dapat membantu untuk tumbuh perkembangan didalam organisasi dan instansi , maka dari itu pengolahan dalam suatu informasi harus dipandang penting untuk kelancaran sebuah pekerjaan dan juga bisa untuk menganalisa perkembangan pada pekerjaan itu sendiri , dan itulah sebabnya kenapa sistem informasi manajemen harus dikenal dan harus dipelajari pada saat sekarang ini
Apa Information Technology Infrastructure Library itu ?
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library
Diterjemahkan Pustaka Infrastruktur Teknologi Informasi), adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastuktur, pengembangan, serta operasi telnologi infirmasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek terdaftar dari Office Of Gaverment(OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).
Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
Kelima bagian tersebut dikemas dalam bentuk buku, atau biasa disebut sebagai core guidance publications. Setiap buku dalam kelompok utama ini berisi:
1. Practice fundamentals – menjelaskan latar belakang tahapan lifecycle serta kontribusinya terhadap pengelolaan layanan TI secara keseluruhan.
2. Practice principles – menjelaskan konsep-konsep kebijakan serta tata kelola tahanan lifecycle yang menjadi acuan setiap proses terkait dalam tahapan ini.
3. Lifecycle processes and activities – menjelaskan berbagai proses maupun aktivitas yang menjadi kegiatan utama tahapan lifecycle. Misalnya proses financial management dan demand management dalam tahapan Service Strategy.
4. Supporting organization structures and roles – proses-proses ITIL tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa defini roles dan responsibilities. Bagian ini menjelaskan semua aspek yang terkait dengan kesiapan model dan struktur organisasi.
5. Technology considerations – menjelaskan solusi-solusi otomatisasi atau software ITIL yang dapat digunakan pada tahapan lifecycle, serta persyaratannya.
6. Practice Implementation – berisi acuan/panduan bagi organisasi TI yang ingin mengimplementasikan atau yang ingin meningkatkan proses-proses ITIL.
7. Complementary guideline – berisi acuan model-model best practice lain selain ITIL yang dapat digunakan sebagai referensi bagian tahapan lifecycle.
8. Examples and templates – berisi template maupun contoh-contoh pengaplikasian proses.
Di samping buku-buku dalam core guidance publications, ada juga complementary guidance. Dimana buku-buku dalam kategori nantinya dimaksudkan untuk memberikan model, acuan dan panduan bagi penerapan ITIL pada sektor-sektor tertentu seperti jenis industri tertentu, tipe organisasi serta arsitektur teknologi. Dengan demikian, ITIL akan dapat lebih diterima serta diadaptasi sesuai dengan lingkungan serta behaviour dari setiap organisasi TI.
Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
1. Service Strategy
2. Service Design
3. Service Transition
4. Service Operation
5. Continual Service Improvement
Kelima bagian tersebut dikemas dalam bentuk buku, atau biasa disebut sebagai core guidance publications. Setiap buku dalam kelompok utama ini berisi:
1. Practice fundamentals – menjelaskan latar belakang tahapan lifecycle serta kontribusinya terhadap pengelolaan layanan TI secara keseluruhan.
2. Practice principles – menjelaskan konsep-konsep kebijakan serta tata kelola tahanan lifecycle yang menjadi acuan setiap proses terkait dalam tahapan ini.
3. Lifecycle processes and activities – menjelaskan berbagai proses maupun aktivitas yang menjadi kegiatan utama tahapan lifecycle. Misalnya proses financial management dan demand management dalam tahapan Service Strategy.
4. Supporting organization structures and roles – proses-proses ITIL tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa defini roles dan responsibilities. Bagian ini menjelaskan semua aspek yang terkait dengan kesiapan model dan struktur organisasi.
5. Technology considerations – menjelaskan solusi-solusi otomatisasi atau software ITIL yang dapat digunakan pada tahapan lifecycle, serta persyaratannya.
6. Practice Implementation – berisi acuan/panduan bagi organisasi TI yang ingin mengimplementasikan atau yang ingin meningkatkan proses-proses ITIL.
7. Complementary guideline – berisi acuan model-model best practice lain selain ITIL yang dapat digunakan sebagai referensi bagian tahapan lifecycle.
8. Examples and templates – berisi template maupun contoh-contoh pengaplikasian proses.
Di samping buku-buku dalam core guidance publications, ada juga complementary guidance. Dimana buku-buku dalam kategori nantinya dimaksudkan untuk memberikan model, acuan dan panduan bagi penerapan ITIL pada sektor-sektor tertentu seperti jenis industri tertentu, tipe organisasi serta arsitektur teknologi. Dengan demikian, ITIL akan dapat lebih diterima serta diadaptasi sesuai dengan lingkungan serta behaviour dari setiap organisasi TI.
- Siklus Layanan ITIL
- Service Strategy Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.
Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
- Service Portfolio Management
- Financial Management
- Demand Management
Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.
Service Design Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam
Service Design yaitu:
- Service Catalog Management
- Service Level Management
- Supplier Management
- Capacity Management
- Availability Management
- IT Service Continuity Management
- Information Security Management
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
- Transition Planning and Support
- Change Management
- Service Asset & Configuration Management
- Release & Deployment Management
- Service Validation
- Evaluation
- Knowledge Management
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
- Event Management
- Incident Management
- Problem Management
- Request Fulfillment
- Access Management
https://id.wikipedia.org/wiki/ITIL
Selasa, 17 November 2015
PROSES MEMPENGARUHI DAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
TEORI ORGANISASI
UMUM
PROSES MEMPENGARUHI
DAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2015
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang Proses mempengaruhi dan proses
pengambilan keputusan.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan
maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari
sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah
tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.
LATAR BELAKANG
Dalam ilmu teori organisasi umum 1 ini menjelaskan bagaimanacara dalam
berorganisasi yang baik dan benar didalam keluarga maupun masyarakat umum.
Salah satu manfaat dari mempelajari teori organisasi umum 1 ini adalah dapat
berinteraksi dengan organisasi disekeliling kita. Organisasi tidak hanya sebuah kelompok besar
yang ada dilingkungan sekitar kita, bahkan keluarga juga termasuk kedalam
organisasi.Teori organisasi ini saling berhubungan dengan fakta – fakta atau
berita yang sedang berkembang pada saat ini.
Dalam ilmu organisasi kita banyak belajar
mengenai organisasi contohnya adalah bagaimana cara mengambil keputusan. Ada
beberapa tahapan tahapan yang harus dijalani ketika mengambil keputusan.
Namun pada fakta-fakta yang beredar banyak kesalahan-kesalahan
pada proses berorganisasi dalam kehidupan sehari hari, misalnya dalam keluarga
suatu keputusan ditetapkan oleh orang tua, padahal seharusnya walaupun didalam
keluarga harus diadakan sebuah forum untuk mencapai tujuan yang mufakat.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan proses
mempengaruhi pengambilan keputusan dalam
organisasi?
2. Apa saja metode mempengaruhi?
3. Model – model apa saja dalam proses pengambilan keputusan?
TUJUAN
Untuk mempelajari proses yang mempengaruhi
pengambilan keputusan dan mengaitkan kasus/masalah yang ada dalam kehidupan
sehari-hari.
PROSES
MEMPENGARUHI
Menurut
Scott dan maichell “pengaruh” merupakan suatu transaksi social dimana seseorang
atau sekelompok orang digerakan oleh seseorang atau sekelompok orang yang lain untuk melakukan
kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.secara lebih spesifik
mencerminkan bagaimana harapan seseorang yang dapat menggerakan individu lain
untuk melakukan sesuatu yang lain dari apa yang biasa dilakukan.
Sumber
sumber pengaruh untuk perseorangan atau kelompok dalam organisasi terdapat pada
status jabatan,system pengawasan finansial (anggaran),pemilikan informasi dan
penguasaan saluran komunikasi.pengaruh juga berasal dari keahlian fungsional
dan daya tarik pribadi pihak yang mempengaruhi.
Orang
yang bersedia menjalankan permintaan orang yang dapat mempengaruhinya secara
efektif,karena merasa dirinya puaskalau memang dapat melaksanakan apa yang
diminta oleh orang yang berpengaruh tersebut.Motivasi orang dapat bersifat
tercapainya hasil hasil maksimum ,terserah apakah itu berupa persaaan pada diri
orang itu menurut norma yang berlaku,diperoleehnya imbalan material ataupun
perasaan disukai oleh orang lain,dan lainlain.jadi,pada pokoknya orang yang
menjadi secara otomatis menuruti apa yang diminta oleh orang yang berpengaruh
tadi tanpa atau dengan pamrih sesuatu.
© Pengaruh,Kekuasaan
Dan Wewenang
Para penulis teori organisasi dan manajemen telah
mendifinisikan dan menggunakan istilah “pengaruh”,kekuasaan”,dan wewenang”
dengan berbagai macam cara dan tidak selalu dalam pengertian yang sama.
Berdasarkan uraian pendapat scott dan Mitchell diatas,kita akan menggunakan
pengertian pengaruh sebagai kegiatan kegitan atau keteladnan yang baik secaa
langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu pengubahan prilaku dan sikap
orang lain atau kelompok.
Contohnya : Seorang karyawan
yang bekerja keras mungkin akan mempengaruhi orang lain untuk meningkatkan
produktivitas mereka
Selanjutnya kita akan mendifinisikan kekuasaan sebagai
kemampuan untuk mempunyai pengaruh.mempunyai kekuasaan berarti mempunyai
kemampuan untuk mengubah prilaku atau sikap individu individu lainya.
Contohnya : orang kaya yang
bekerja keras lebih mungkin mempunyai kekuasaan untuk mempengaruhi kelompok
kerjanya bila dia merupakan orang popular dibandingkan bila tidak disenangi.
Wewenang formal adalah salah satu tipe kekuasaan.ini
didasarkan pada pengakuan secara sah atau menurut hukum atas suatu usaha untuk
mempengaruh.individu atau kelompok yang berupaya untuk mempengaruhi dipandang
sebagai pihak yang mempunyai hak untuk melakukan hal itu dalam batasan batasan
yang diakui.hak ini berasal dari posisi formal dalam suatu organisasi.
©
Elemen Elemen Mempengaruhi
Proses mempengaruhi mencakup tiga unsur :
§ Orang
yang mempengaruhi (O)
§ Metode
mempengaruhi (Ã )
§ Orang
yang dipengaruhi (P).
Secara
singkat proses mempengaruhi dapat digambarkan sebagai OÃ P.
Dalam
pengertian konvensional,bila O dapat mempengaruhi P untuk berprilaku tertentu
atau bertindak dengan cara tertentu,atau menyetujui sikap sikap dan
pendapat-pendapat tertentu,dikatakan bahwa O telah mempengaruhi P; atau dengan
kata lain C mempunyai kekuasaan atas P; atau O mengendalikan P.
©
Metode Metode Mempengaruhi
Pada hakikatnya O mempunyai
empat sarana (peralatan)yang tersedia untuk mempengaruhi P.sarananya yaitu :
§ Kekuatan
fisik
Kekuatan fisik sebagai suatu
sarana paksaan atau penggunaan kekerasan barangkali merupakan bentuk pengaruh
paling kasar.yang melibatkan ancaman(threat) atau penggunaan kekuatan nyata
untuk mempengaruhikegiatan dan mendapatkan persetujuan.
Contohnya :
penodong bersenjata dan penyingkiran lawan
politik.
§ Penggunaan
sanksi (postitif atau negatif)
Adalah sarana-sarana
sederhana untuk menghargai atau menghukum.jadi O dapat mempengaruhi P dengan
penahanan,penarikan kembali atau pendistribusian sumber-daya sumber-daya yang
ada dibawah wewenang O.mengandung arti bahwa O menduduki suatu posisi
organisasional yang strategic dan mempunyai legititimasi.
§ Keahlian
§ Daya
tarik (kharisma).
©
Daerah Pengaruh
Daerah pengaruh mencakup hubungan hubungan :
§ Antar
perseorangan
§ Kelompok
dengan seseorang.
§ Kelompok
dengan kelompok.
§ Seseorang
dengan kelompok.
©
Wewenang
dan pengaruh
Wewenang merupakan suatu cara untuk yang
lebih rasional untuk mencapai pengarahan dan motivasi orang orang dalam
organisasi.
©
Wewenang dan legitimasi
Max
weber melakukan analisis klasik terhadap wewenang.dia memandang bahwa wewenang
yang di legitimasi (sah)merupakan syarat utama untuk memperoleh pengakuan dan
motivasi orang orang dalam organisasi.tingkat kepercayaan orang terhadap
wewenang tersebut menentukan jumlah insentif positif atau besarnya nsur paksaan
yang harus digunakan seorang atasan untuk menjamin ketaatan pada
tujuan-tujuanya.
©
Pengaruh Dan
Efektivitas Organisasional
Integral
dengan sistem pengendalian oragnisasi dapat mempengaruhi perilaku para
anggotanya dengan menggunakan berbagai saran atau teknik agar tercapai
efektivitas organisasional.
Price
mengemukakan bebrapa teknik tersebut:
§ Ketersediaan
sanksi-sanksi untuk memberikan balas jasa atau menghukum para karyawn adalah
sistem pengendalian pertama secara alamiah, saran tersebut dapat bersifat
positif dan negatif. Misal, promosi versus pemecatan.
§ Efektivitas organisasional juga dapat dicapai
secara lebih bauk bila sistem sanksi diterapkan sesuai dengan skala kontribut
yang diberikan oleh masing-masing anggota.
§ Berbagai
sistem sanksi yang memberikan penghargaan atau hukumandidasarkan pada prestasi
kerja kelompok, bukan prestasi perseorangan, akan mengahsilkan efektivitas
organisasional lebih tinggi.
§ Oragnisasi-organisasi
yang meiliki norma, kebijaksanaan dan standar yang didukung dan dilaksanakan
secara uniform dan formal akan meningkat ekeftivitasnya.
§ Organisasi
yang mempunyai komunikasi tertuju pada penciptaan sifat bermasyarakat (sosialiasi) dan akulturasi para karyawan
akan meningkatkan derajat efektivitasnya.
§ Komunikasi
vertikal dan horizontal dengan tingkatan nlebih tinggi dalam struktur akan
lebih meningkatkan efektivitas dibanding komunikasi dengan tingkatan lebih
rendah.
§ Efektivitas
organisasional dapat dicapai lebih baik bila komunikasi yang mengalir melalui
saluran-saluran vertikal dan horizontal adalah formal, berisi informasi
mengenai isi dan masalah-masalah pekerjaan, dan ditransmisikan “face-to-face”
(tatap muka) di antara orang-orang yang secara langsung bersangkutan dengan
penyelesaian tugas.
Teknik-teknik
pengendalian diatas juga merupakan sarana-sarana untuk mempengaruhi, sehingga
penentuan sistem sanksi, fungsi komunikasi (terutama sebagai metode sosialisi)
dan teknik-teknik lainnya dapat digunakan untuk mempengaruhi prestasi kerja
yang menguntunkan organisasi. Tetapi, kita perlu menyadari bahwa teknik-teknik
yang tetap secara umum atau universal
keampuhannya tergantung pada ketetapan situsional.
Bagaimanapun juga, untuk memperoleh
hasil maksimum dan mencapai efektivitas organisasi tergantung pada banyak hal.
Wewenang formal dan kekuasaan yang merupakan dasar proses mempengaruhi perilaku
organisasional tidaklah cukup. Merupakan salah satu prasyarat tambahan
pencapaian efektivitas organisasi.
© Proses
Mempengaruhi Dalam Praktik
Didalam pratik,
mempengaruhi orang itu sukar sekali. Kadang kala orang harus berhati-hati
secara luar biasa di dalam menghadapi dan berusaha untuk mempengaruhi orang
lain. Ada pula yang dilakukan secara otomatis dan dengan mudah orang
terpengaruhi oleh seorang yang lain. Jelas seperti dikemukakan di atas ada 3
unsur yang perlu dipertimbangkan disini. Orang yang akan kita pengaruhi dan
metode atau cara mepengaruhi..menunjukkan sifat orang serta keyakinan metode
yang perlu diambil dalam mendekati orang dan berusaha mempengaruhinya.
Sarana pada orang
lemah yang mendekati orang lemah, orang seang mendakati orang sedang, orang
kuat mendakati orang kuat adalah penggunaan metode berhati-hati karena perlu
dihindari konflik.Cara ini mudah karena bisa diterapkan metode indoktrinasi
ataupun partissipatif tanpa pahlawan.Demikian seterusnya untuk orang kuat
sangatlah mudah mempengaruhi orang lemah sudah taut terlebih dahulu. Metode
tekanan/ancaman atau partisipatif total untuk memperoleh hasil maksimum
terserah kepada orang yang mempengaruhi dan situasi serta kondisi
setempat.
PROSES
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
© Pengertian
Keputusan
Keputusan
adalah:ketetapan atau penentuan atas suatu pilihan yang diinginkan.sedangkan
yang dimaksud dengan pengampilan keputusan adalah peneteapan atau pemilihan
suatu alternatif dari beberpa alternatif yang tersedia.
©
Macam macam keputusan
§ Keputusan
Dalam Organisasi : Keputusan dalam organisasi merupakan
keputusan yang dibuat oleh menejemen
puncak dari suatu organisasi.
§ Keputusan
Individu:Keputusan ini bersifat pribadi dan tidak ada kaitanya
denan organisasi meskipun pengambil keputusan adalah manajer puncak suatu
organisasi.
§ Keputusan
Dasar Adalah: Keputusan yang berhubungan denn komitmen
jangka pnajang organisasi ,keputusan tentang pengolahan dana,keputusan
investasi dan lain sebagainya.
§ Keputusan
Rutin : Suatu keputusan bersifat berulang ulang dan hanya
mempunyai dampak yang kecil terhadap organsasi.
§ Keputusan
Tidak Sistematis : Keputusan ini berkaitan dengan berbagai
persoalan yang terjadi dsecara bersamaan yang tidak mempunyai keterkaitan satu
sama lain.akan tetapi perlu diselesaikan melalui keputusan secara bersamaa
§ Keputusan
Sistematis : Adalah keputusan yang dibangun secara
terpadu,bertahap dan menyeluruh.
§ Keputusan
Terprogram:Suatu keputusan yang terkait dengan persoalan
yang berulang ulang dan rutin.dari suatu peristiwa atau kejadian yang
sejenis.atau serupa sehingga ,jika terjadi hal yang sama dikemudian hari maka cara penangananya atau
penyelesainya telah disiapkan.
§ Keputusan
Tidak Terprogram : Keputusan yang terkait kepada berbagai
persoalan yang tidak berulagng dan tidak terstruktur.yang biasanya muncul
secara tiba tiba.dan mendadak serta umumnya bersifat unik atau sulit dicari
padanya.
§ Keputusan
Dibawah Kepastian : Berhubungan dengan situasi dan kondisi serta
lingkungan organisasi yang stabil dan mapan maka situasi dan kondisi yang
seperti ini dinamakan situasi dan kondisi yang pasti (certainty) atau dengan
kata lain adalah situasi dan kondisi dengan tingkat penyimpangan yang rendah.
Tingkat penyimpangan yang rendah menunjuk kepada resiko yang rendah.
§ Keputusan
Dibawah Ketidak Pastian : Berarti keputusan yang diambil tersebut
mengandung resiko yang cukup besar yang perlu diantisipasi secara cepat dan
tepat. Kesalahan keputusan dalam situasi ini akan berakibat fatal bagi
organisasi.
§ Keputusan
Spontan :Adalah keputusan yang muncul dikarenakan munculnya
persoalan bersifat tiba-tiba mendadak.
©
Proses
Pengambilan Keputusan
Prosen
pengambilan keputusan manajemen bisnis, diantaranya:
§ Mengenal Aktivitas Dunia Nyata.
Terdapat hubungaan positif
antara besar kecilnya organisasi dengan sedikit anyak aktivitas organisasi.
Umumnya penggolongan aktifitas menurut fungsinya ini sejalan dengan struktur
organisasi yang ditetapkan, sebab struktur organisasi tersebut menetapkan
bermacam fungsi yang ada dan bagaimana
orang yang merupakan anggota fungsi tersebut bekerja serta menjalankan
tugasnya.
§ Mengenal Persoalan.
Persoalan adalah suatu
kondisi riil (nyata) yang tidak sesuai dengan yang diharapkan atau tidak sesuai
dengan standar, situasi yang tidak menentu, kesukaran dan kebingungan. Di dalam
tahapan ini manajemen sebaiknya mengetahui penyebab terjadinya persoalan dan
akibat yang ditimbulkannya akan dapat diketahui bobot dari persoalan tersebut,
apakah bobot persoalan tersebut sangat berat, cukup berat,berat,ringan dan
sangat ringan. Dari bobot persoalan ini akan dapat ditetapkan berbagai
konsekuensi yang mungkinmuncul.
§ Menetapkan Alternatif.
Setelah berbagai faktor penyebab dan akibat persoalan
diketahui, maka langkah selanjutnya menetapkan alternatif penyelesaian
persoalan.Baik faktor penyebab persoalan
maupun akibat persoalan mauoun akibat persoalan perlu disusun dari bobot yang
tersebar sampai dengan yang touring begitu
pula dengan akibatnya.
Kemampuan mengembangkan alternatif merupakan faktor
penting yang sangat berguna untuk dijadikan dasar didalam memilih alternatif
secara tepat didalam berbagai alternatif yang ada. Manajer perlu
dipertimbangkan hal ini agar keputusan yang dihasilkan tidak mengandung resiko
yang besar dan akan sangat mengganggu kinerja organisasi yang baik bagian
maupun keseluruhan. Perl juga disadari bahwa alternatif apapun saja yang dapat
diidentifikasi pasti mempunyai perumahan dan keterbatasan oleh karena itu dalam
memilih suatu alternatif sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu untung dan
ruginya dipilihnya suatu alternatif.
Ketika memilih alternatif dari
berbagai alternatif yang ada.manajer dapat memilih satu dari tiga dasar yang
terdiri dari :
§
Pendekatan Pengalaman :
Pengalaman masa lalu perlu diperhatikan sebab pengalaman masa lalu mencerminkan
kinerja actual yang dicapai beserta berbagai factor pendukung dan
penghambatnya.mengenal dan memahami masa lalu akan memberikan konstribusi
berharga bagi manajer agar maanajer dapat berfikir kritisdan tepat serta dapat
berprilaku bijak efektif dan efisien.
§
Pendekatan Eksperimen (Percobaan) :Caraterbaik
untuk memilih atau memutuskan suatu alternative adalah mencoba memilih salah
satu dari alternative dan mencobanya dan kemudian memperhatikanapa yang terjadi
dan dari sini kemudian dapat mengambil analogi
terhadap alternative yang lain.
§
Penelitian Dan Penilitian :Pendekatan ini berarti
menyelesaikan persoalan secara kompheresif (menyeluruh) dan
terpadu(integrated).di dalam penelitian akan dianalisis berbagai variable
penting(dominan) yang dipandang sangat kritis dan berbagai premis yang
dijadikan dasar berpijak perumusan pendugaan kebenaran(hipotesis).
§
Meramalkan Konsekuensi :
Dengan dapat diantisipasinya konsekuensi yang mungkin timbul,maka pihak
manajemen sejak dini sudah dapat mempersiapkan berbagai langkah yang diperlukan
sehingga jika konsekuensi yang diantisipasi tidak terwujud tidak akan terjadi
berbagai kebingungan dan
kepanikan.meramalkan konsekuensi dapat meningkatkan daya juang dan daya sadar
melakukan suatu aktifitaas secara efektif dan efisien.
Langganan:
Postingan (Atom)

